Terkini Palu

Genpi Sulteng Promosikan Tradisi Khas Daerah Lewat Festival Tenun 2019

Festival yang akan menampilkan berbagai macam motif tenun asal itu, akan digelar di Taman Gelanggang Olahraga (GOR) Reborn pada 28-30 Juni 2019

Genpi Sulteng Promosikan Tradisi Khas Daerah Lewat Festival Tenun 2019
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Koordinator GenPI Sulteng Gio Mandlke, Ketua Harian GenPI Sutteng Suzana Dorothea, bersama dita pelajar Sulteng, saat mempromosikan Festival Tenun Sulteng, Senin (17/6/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Generasi Pesona Indonesra (GenPI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersiap menggelar Festivai Tenun Sulawesi Tengah tahun 2019.

Festival yang akan menampilkan berbagai macam motif tenun asal itu, akan digelar di Taman Gelanggang Olahraga (GOR) Reborn pada 28-30 Juni 2019 mendatang. 

Koordinatoor GenPI Sulteng, Gio Mandike mengatakan, festival ini menjadi ajang memelihara tradisi tenun khas Sulteng. 

Apalagi tenun khas Sulteng memiliki motif dan kreasi yang kaya dan berbeda dengan tenun daerah lainnya. 

Perusakan dan Pembakaran Makam di Kelurahan Nunu, Kota Palu Resahkan Warga

"Dengan festival ini diharapkan akan semakin mehgangkat kain tenun khas Suiteng sebagai bagian dan kekayaan budaya masyarakat Sulteng. Disamping itu Juga sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan panwisata Sulteng.“ ujar Gio.

Pihaknya juga mengajak warga Kota Palu dan sekitarnya untuk datang dan menyaksikan festival tersebut. 

Menurutnya, yang ditampilkan pada Festival Tenun Sulawesi Tengah 2019 itu, semuanya keren. 

Koordinatoor GenPI Sulteng Gio Mandlke, Ketua Harian GenPI Sutteng Suzana Dorothea, bersama dita pelajar Sulteng, saat mempromosikan Festival Tenun Sulteng, Senin (17/6/2019).
Koordinatoor GenPI Sulteng Gio Mandlke, Ketua Harian GenPI Sutteng Suzana Dorothea, bersama dita pelajar Sulteng, saat mempromosikan Festival Tenun Sulteng, Senin (17/6/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Bahkan kata Gio, warna dan desainnya sangat cukup mencolok, dengan wama-warna cerah, bahannya pun pilihan dengan menggunakan sutra. 

Saat ini tenun yang akan tampil pada festival mulai dikembangkan dengan menggunakan benang berwarna cerah hingga bisa dijangkau semua kalangan, tanpa menghilangkan filosofinya. 

Dua Kali Ditinju Istri, Pria Asal Manggarai Terjatuh ke Dalam Got dan Tewas

"Ini sangat matching dengan pariwisata," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved