Pilpres 2019

Bambang Widjojanto Sebut KPU Tak Bisa Jawab Gugatan terkait Pelanggaran UU Pemilu oleh Ma'ruf Amin

Menurut Bambang, penjelasan KPU terkait jabatan Ma'ruf Amin hanya merujuk pada aturan BUMN saja.

Bambang Widjojanto Sebut KPU Tak Bisa Jawab Gugatan terkait Pelanggaran UU Pemilu oleh Ma'ruf Amin
YouTube/Mahkamah Konstitusi
Tangkapan layar saat Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto menyampaikan permohonan gugatan di sidang MK, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Tim Hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, menilai bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak mampu menjawab gugatan pihaknya terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) yang dilakukan oleh calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin.

Dalam sidang pendahuluan sengketa hasil pilpres pada Jumat (14/6/2019), Bambang menyebut Ma'ruf Amin belum mengundurkan diri dari jabatannya di BUMN, yakni Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

Oleh sebab itu, ia meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Ketidakmampuan menjawab ini sebenarnya berarti sah dan legitimate bahwa terjadi pelanggaran terhadap pasal 277 p Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang UU Pemilu," ujar Bambang di sela sidang lanjutan sengketa hasil pilpres, di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

KPU: Maruf Amin Tak Langgar Aturan meski Jabat Dewan Pengawas Syariah di Dua Bank

Menurut Bambang, penjelasan KPU terkait jabatan Ma'ruf Amin hanya merujuk pada aturan BUMN saja.

Padahal beberapa aturan hukum menyebut bahwa anak perusahaan BUMN juga merupakan BUMN dan pejabatnya mewakili representasi dari BUMN tersebut.

Beberapa ketentuan hukum yang disebutkan Bambang yakni, Putusan MA Nomor 21 tahun 2017, Putusan MK Nomor 48 Tahun 2013, Peraturan BUMN Nomor 3 Tahun 2013, UU Keuangan negara dan UU perbendaharaan negara.

"Itu semuanya kalau disimpulkan bahwa anak perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN itu mewakili representasi dari BUMN tersebut, bukan sekadar konsultan," kata Bambang.

Sebelumnya, KPU menegaskan, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam kedudukannya sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah tidak melanggar persyaratan pencalonan.

KPU Sebut Tim 02 Sulit Buktikan Kecurangan: Dalil Dibangun Tidak Didasari Fakta dan Bukti yang Jelas

Sebab, kedua bank tersebut tidak termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved