Breaking News:

Desa Tinigi di Tolitoli Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

Wakil Bupati Tolitoli, Hi. Abdul Rahman Hi. Budding, mengukuhkan Desa Tinigi, Kecamatan Galang, sebagai desa tangguh bencana

DOK HUMAS PEMKAB TOLITOLI
Wakil Bupati Tolitoli, Hi. Abdul Rahman Hi. Budding (dua dari kiri), saat mengkuhkan warga Desa Tinigi, Kecamatan Galang, sebagai anggota desa tangguh bencana, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI -- Wakil Bupati Tolitoli, Hi. Abdul Rahman Hi. Budding, mengukuhkan Desa Tinigi, Kecamatan Galang, sebagai desa tangguh bencana di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Penetapan desa tangguh bencana itu, diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli.

Pada pengukuhan yang dilakukan di Balai Desa Tinigi itu, juga dikukuhkan 2 orang warga Desa Tinigi.

Masing-masing sebagai koordinator kelompok masyarakat penanggulangan bencana dan sebagai relawan tim reaksi cepat tanggap Bencana.

KBG Pasca Bencana Cenderung Naik, Ditengarai Pemicunya Stres dan Tekanan Ekonomi

Dikukuhkannya Desa Tinigi, Kecamatan Galang sebagai desa tangguh bencana, karena Desa Tinigi dianggap memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana.

Serta mampu memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, seperti bencana yang melanda Kabupaten Tolitoli pada tahun 2017.

Warga Desa Tinigi, Kecamatan Galang, saat dikukuhkan sebagai anggota desa tangguh bencana, Selasa (18/6/2019).
Warga Desa Tinigi, Kecamatan Galang, saat dikukuhkan sebagai anggota desa tangguh bencana, Selasa (18/6/2019). (DOK HUMAS PEMKAB TOLITOLI)

"Hal itu sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nomor 1 tahun 2010," ujar Abdul Rahman.

Abdul Rahman menegaskan, penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah saja.

Walhi Sebut Raperda RTRW Sulteng Mengabaikan Perlindungan Terhadap Rakyat

Melainkan memerlukan kerja bersama segenap elemen masyarakat agar penanganannya dapat dilakukan secara terencana, terarah, terpadu dan komprehensif untuk mengurangi dampak resiko bencana.

Pengembangan desa tangguh bencana merupakan satu upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

Dengan meningkatkan kapasitas kesiaptangguhan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat.

"Di mana masyarakat di dalam desa tangguh bencana, aktif terlibat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka dengan memanfaatkan sumber daya lokal," jelasnya.

Walhi Soroti Penurunan Status Kawasan Hutan dan Hutan Adat di Raperda RTRW Sulteng 2018-2038

Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tolitoli Nuralam, Kepala Desa Tinigi, masyarakat setempat dan peserta kegiatan simulasi tanggap bencana.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved