Sebagian Pengungsi di Masjid Agung Menolak Direlokasi

Pemerintah Kota Palu, dalam waktu dekat akan merelokasi pengungsi yang tinggal di Masjid Agung, Kelurahan Barru, Kecamatan Palu Barat.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Kondisi terkini tenda pengungsian di Masjid Agung, Kelurahan Barru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/6/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz). 

"Terus terang kami tidak bisa pindah ke sana. Kami ini nelayan, apalagi kita tidak ada kendaraan," kekuhnya.

Kata Kasim, ia bersama warga lain sepakat akan bertahan di halaman masjid terbesar di Kota Palu itu karena belum tahu akan tinggal di mana.

"Kami memilih tetap di sini saja dulu, karena mau kembali ke rumah, kadang digenangi air," ujarnya.

"Kadang air naik dua minggu satu kali, tidak menentu, bahkan kadang pagi sudah naik air," tambahnya.

Kata Kasim, ada sekitar 100 kk lebih warga lere yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Namun sebagian siap dipindahkan karena mereka memiliki kendaraan pribadi.

Lebih labih lanjut Kasim berujar bahwa beberapa minggu lalu pihak pemerintah setempat sudah memberitahukan akan melakukan relokasi.

Namun hingga saat ini belum terealisasi karena hunian sementara di Jl Asam 3, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi itu masih bermasalah.

"Sudah ada yang isi, katanya yang tidak layak dapat huntara sudah tinggal di sana," ungkapnya.

Begitupun dengan Basri, ia dengan tegas menolak untuk dipindahkan.

Ia merasa bingung dengan kebijakan pemerintah yang menyulitkan masyarakat.

"Mau direlokasi ke mana kita, ikut ke Jl Asam sudah ada yang isi, mau dipulangkan ke rumah, sering tergenang juga rumah," keluh Basri. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved