Bisnis dan Ekonomi

Harga Batubara kian Menurun, Analis Saham Rekomendasikan Jenis Emiten Sektor Alternatif Berikut

Berdasarkan data Bloomberg \harga batubara dalam Ice Newcatle untuk kontrak pengiriman Juli 2019 melemah sebanyak 0,55% dari harga sebelumnya

Harga Batubara kian Menurun, Analis Saham Rekomendasikan Jenis Emiten Sektor Alternatif Berikut
TRIBUNKALTIM.CO/GEAFRY NECOLSEN
Kegiatan penambangan batubara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

TRIBUNPALU.COM - Tren pelemahan harga batubara nampaknya akan terus berlanjut. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya potensi pelemahan harga batubara akibat dari faktor global perang dagang dan risiko resesi ekonomi global.

Berdasarkan data Bloomberg Kamis (19/6) harga batubara dalam Ice Newcatle untuk kontrak pengiriman Juli 2019 berada pada level US$ 72,25 per metrik ton, melemah sebanyak 0,55% dari harga sebelumnya di level US$ 72,65 per metrik ton. 

Melihat kondisi tersebut Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony mengatakan, sektor batubara kurang menarik untuk di lirik tahun ini. Ditambah ada potensi China untuk meningkatkan produksi batubara yang akan menekan harga karena supply berlebih.

Di kondisi ini dirinya menilai investor bisa melirik sektor logam sebagai alternatif sektor pertambangan. Menurutnya, sektor ini cukup kuat meredam sentimen global karena logam dasar seperti emas akan mengalami banyak permintaan di tengah ketidakpastian global.

"Logam merupakan bentuk investasi safe haven di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, sehingga menarik untuk di koleksi," ujar Chris kepada Kontan.co.id, Rabu (19/6).

Bocoran Spesifikasi dan Perkiraan Harga Samsung Galaxy Note 10, Akan Diluncurkan pada 7 Agustus 2019

Senada, Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas mengatakan, emas sebagai aset yang bersifat safe haven dan nikel merupakan komoditas penting sebagai bahan pembuatan baterai listrik terlihat masih cukup stabil pergerakan harganya.

Dari situ dirinya menilai potensi ekspor dari logam mineral menjadi semakin terbuka. Sehingga dapat mengerek permintaan.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Rabu (19/6) berada di Rp 684.000. Harga tersebut naik Rp 2.000 dari posisi, Selasa (18/6). Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini juga naik Rp 2.000 menjadi Rp 613.000.

Beberapa emiten penambangan logam berhasil meningkatkan kinerja mereka pada kuartal pertama tahun ini. Salah satunya PT Kapuas Prima Coal Tbk yang mengantongi penjualan Rp 201,25 miliar naik 8,35% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 Rp 185,90 miliar.

PT Timah Tbk pun mencetak kinerja yang ciamik selama kuartal pertama tahun ini. Emiten bersandi TINS ini mengantongi pendapatan Rp 4,27 triliun melonjak 110,34% dari capaian pada periode yang sama tahun lalu Rp 2,03 triliun.

Pada Periode Januari-Maret 2019 PT Timah Tbk telah memproduksi bijih timah sekitar 21.600 ton SN, nilai ini meningkat 389% dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Di periode kuartal I 2019, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp6,22 triliun. Adapun, emas merupakan kontribusi terbesar pendapatan sebesar Rp3,94 triliun atau 63% dari total penjualan.

Nafan sendiri merekomendasi saham ANTM dan TINS untuk bisa dikoleksi. Chris lebih menjagokan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan ANTM untuk dikoleksi.

Artikel ini sudah ditayangkan di Kontan dengan judul Harga batubara turun, analis rekomendasikan saham sektor ini

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved