Terkini Palu

Pengungsi Bantah Tudingan Camat Palu Barat soal Tenda Kosong di Masjid Agung untuk Mabuk & Selingkuh

Pernyataan Camat Palu barat dibantah oleh sebagian warga yang mendiami kompleks masjid terbesar di Kota Palu itu.

Penulis: Faiz Sengka | Editor: Bobby Wiratama
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Kondisi terkini pengungsian di halaman Masjid Agung Palu, Rabu (19/6/2019) 

Pengungsi Bantah Tenda Kosong di Masjid Agung Kerap Digunakan Mabuk dan Selingkuh

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pekan lalu, Camat Palu Barat, Kapau Bauwo menyebut bahwa tenda kosong di kompleks pengungsian Masjid Agung Palu kerap digunakan mabuk dan selingkuh.

Sehingga kata dia, dalam waktu dekat pemerintah akan membongkar tenda serta merelokasi warga yang tinggal di masjid yang berada di Kelurahan Barru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu itu.

Namun, pernyataan Camat Palu barat dibantah oleh sebagian warga yang mendiami kompleks masjid terbesar di Kota Palu itu.

Menurut mereka, Camat Palu Barat, Kapau Bauwo berbicara tanpa bukti yang jelas.

Seorang Pria di Banggai Diciduk Polisi Saat Jembut Sabu-sabu di Agen Rental Mobil

"Kalau itu saya tidak tahu, saya rasa tidak benar, kami ini di halaman masjid, tidak mungkin ada yang berani minum (mabuk) di sini," Kata Kasim kepada Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz, Rabu (19/6/2019).

Menurut Kasim, seharusnya camat mencari bukti dulu sebelum berbicara di media.

Hal itu menurutnya perlu dilakukan agar warga Kota Palu dan Indonesia tidak menilai negatif kepada pengungsi yang sudah hampir 9 bulan tinggal di tenda.

"Baru saya tau juga itu, cuman mungkin saja,, tapi di kompleks kami tidak ada," akunya.

Pengungsi lainnya, Fatmawati, juga membatah pernyataan tersebut.

Sebagian Pengungsi di Masjid Agung Menolak Direlokasi

Kata dia, penerintah semenstinya bukan menyerang pengungsi dengan pernyataan yang menyakitkan hati.

"Kalau ada lapotan begitu, langsung dibongkar saja tenda yang kosong, ini sampai sekarang tidak juga dibongkar," keluhnya.

Hanya saja kata Fatmawati, beberapa waktu lalu pernah ada didapat oleh warga sepasang kekasih yang sedang berduaan di dalam tenda kosong.

Namun kata dia, segera dinikahkan oleh oleh warga setempat karena melanggar hukum agama dan adat.

"Iya, terpaksa dinikahkan, padahal masih kecil, masih 14 tahun, kalau orang bilang pernikahan dini," pungkasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved