Tak Ada Perahu, Korban Tsunami di Palu Ini Belum Bisa Melaut

Warga nelayan tampak ramai menjemur udang merah di ruas jalan Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu

Tak Ada Perahu, Korban Tsunami di Palu Ini Belum Bisa Melaut
TRIBUNPALU.COM/Abdul Humul Faaiz
Bahtiar, nelayan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (21/6/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Warga nelayan tampak ramai menjemur udang merah di ruas jalan Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (21/6/2019).

Pagi itu tangkapan sejumlah nelayan udang lebih banyak dari biasanya.

Para penghuni Hunian Sementara (Huntara) di Jl Diponegoro itu, sudah mengisi aktivitas seperti biasanya.

Meskipun hingga saat ini ekonomi mereka masih belum normal.

Dihuni Sejumlah Warga yang Tidak Berhak, Huntara di Jl Asam 3 Palu Bakal Ditertibkan

"Alhamdulillah, banyak udang dua hari terakhir ini," ujar Bahtiar saat ditemui TribunPalu.com.

Bahtiar, ialah seorang nelayan di Kelurahan Lere yang menjadi korban tsunami Palu, 28 September 2018.

Jelang 9 bulan pasca bencana, Bahtiar belum bisa melaut karena tidak punya perahu serta alat tangkap.

Perahu, jala tangkap serta pondok miliknya lenyap disapu tsunami pada Jumat petang itu.

Geliat Usaha Pertanian Anggur di Boyaoge, Bisnih Buah yang Cukup Menjanjikan di Kota Palu

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Bahtiar hanya membantu warga lain untuk menjemur udang dan menjualnya di pasar.

"Tidak menentu, tidak juga setiap hari dapat uang, kadang Rp 50 ribu, kadang juga lebih," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved