Terkini Palu

Masalah Air Bersih dan Lapangan Kerja Jadi Keluhan Pengungsi di Huntara Petobo

Selama tinggal di huntara, masalah ketersediaan air bersih untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK) masih sulit mereka dapatkan.

Masalah Air Bersih dan Lapangan Kerja Jadi Keluhan Pengungsi di Huntara Petobo
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Aktivitas warga yang menghuni hunian sementara di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Senin (24/6/2019) sore. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Setidaknya, sudah hampir 9 bulan lamanya, ribuan warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, masih bertahan di lokasi pengungsian, pasa bencana alam gempa dan likuefaksi pada 28 September 2018 lalu.

Ada sebanyak 2.922 kepala keluarga dengan total 10.167 jiwa yang tinggal di hunian sementara di Kelurahan Petobo, sampai Senin (24/6/2019) sore.

Para pengungsi tersebut mulai menempati huntara sejak awal tahun 2019 lalu setelah sebelumnya mereka tinggal di tenda darurat.

Selama tinggal di huntara, masalah ketersediaan air bersih untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK) masih sulit mereka dapatkan.

Warga Kelurahan Petobo Berharap Relokasi Huntap Tak Jauh dari Lokasi Pengungsian

"Sekarang kan sumber air itu, sumur suntiknya menggunakan listrik tenaga surya, jadi kalau malam atau cuaca mendung kadang air tidak jalan," ungkap penghuni huntara Petobo, Endang Siti Aisah.

Bahkan kata dia, jika ada masalah air bersih untuk MCK itu pernah tidak mengalir sampai seminggu.

Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Minta Stakeholder Rehab-Rekon Sulteng Prioritaskan Pemenuhan Hak Huntap

Sedangkan air bersih untuk keperluan minum, merrka mengaku masih mendapat suplai dari pemerintah.

Air bersih untuk keperluan minum dan memasak itu disuplai ke tandon-tandon yang tersebar di lingkungan huntara.

Selain masalah air bersih, ketersediaan lapangan pekerjaan juga mrnjadi keluhan para pengungsi tersebut.

Di mana, musibah 28 September 2018 lalu itu mengakibatkan banyak warga Kelurahan Petobo kehilangan pekerjaan.

"Kalau yang pegawai (PNS/Swasta, red) masih mending, tapi kalau yang tidak, pasti terkendala sekali (untuk pemenuhan kebutuhan hidup, red)," jelas Karmisna Wati, pengungsi lainnya.

(Tribunpalu.com)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved