Terkini Sulteng

Perlindungan Remaja dan Perempuan di Lokasi Bencana Jadi Perhatian Pemprov Sulteng

Hidayat menganggap perlu ada perhatian khusus untuk penanganan masalah remaja dan perempuan saat terjadi bencana.

Perlindungan Remaja dan Perempuan di Lokasi Bencana Jadi Perhatian Pemprov Sulteng
humas pemprov sulteng
Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Moh Hidayat Lamakarate, menghadiri diskusi Rencana Aksi Riset Remaja Perempuan dan Pemuda di Situasi Bencana di Sulteng, di Kota Palu, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sekretaris Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Hidayat, mengapresiasi, apa yang yang telah dilakukan beberapa NGO, dan lembaga pemerintah lainnya.

Hal itu disampaikan katena pihak terkait telah terlibat di berbagai macam klaster yang bekerja di Sulteng, selama respon bencana 28 september lalu ucap Hidayat, saat membuka Workshop Hasil Awal dan diskusi Rencana Aksi Riset Remaja Perempuan dan Pemuda di Situasi Bencana di Sulteng, di Kota Palu, Selasa (25/6/2019).

Hidayat mengatakan, Sulteng yang saat ini sudah bangkit pasca bencana, sesungguhnya bukan hanya dari kerja- kerja pemerintah.

Namun kebangkitan Sulteng ini juga hasil dari dukungan lembaga-lembaga NGO dan lembaga pemerintah, baik asional maupun internasional.

Dinas Kehutanan Pemprov Sulteng Godok Peraturan Daerah Terkait 8 Area Hutan Adat

"Seandainya jika hanya kami pemerintah yang menangani hal- hal bencana dan pasca bencana, saya yakin kami pasti belum bangkit sampai saat ini,"ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga sadari selama ini, ketika terjadi bencana, respon pertama yang dilakukan adalah bagaimana menyiapkan fasilitas dasar, misalnya logistik, shalter, sanitasi dan sebagainya.

Namun, selain itu ada yang sering terabaikan yaitu persoalan kaum remaja dan perempuan di daerah bencana, bagaimana mereka difasilitasi, bagaimana mereka terlibat dalam membuat keputusan dan sebagainya.

Oleh karenanya, Hidayat menganggap perlu ada perhatian khusus untuk penanganan masalah remaja dan perempuan saat terjadi bencana.

Karena remaja dan perempuan adalah menjadi korban berikutnya, yakni berbagai tindakan pemecahan dan kekerasan di lokasi pengungsian.

"Namun Alhamdulilah secara perlahan persoalan terkait remaja perempuan di pengungsian bisa teratasi berkat kerjasama antara UNFPA dan lembaga lainnya," tambahnya.

Nelayan Terdampak Tsunami di Mpanau, Kota Palu, Sudah Kembali Melaut

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved