Terkini Sulteng

Warga Desa Lee Paparkan Alasan Gugat HGU Milik PT SPN

Almira juga menyebut adanya sumber air minum yang didanai pamsimas, yang warga sebut sebagai sumber air minum Paula, Kasimoli dan guntara.

Warga Desa Lee Paparkan Alasan Gugat HGU Milik PT SPN
Tribunpalu.com/Istimewa
Kepala Desa Lee, Almira Batulapa (tengah), saat memberikan keterangan, terkait gugatan mereka ke PTUN Palu, Rabu (26/6/2019). 

"Tanah kami bersertifikat tahun 1995 yang masuk dalam program prona," terangnya.

Sertifikat HGU yang dimiliki oleh PT SPN sendiri baru dikeluarkan tahun 2009.

Menurutnya, perusahaan itu mengambil hak atas tanah warga, dikarenakan proses pengurusan HGU tidak diketahui warga Desa Lee.

Bahkan, sejak adanya sertifikat HGU itu, seluas 1.895 hektare lahan masuk dalam penguasaan PT SPN di mana, ada sebanyak 208 pemilik tanah yang dirampas haknya.

"Sampai saat ini, sudah ada 10 lahan milik warga yang digusur dan diratakan oleh perusahaan pemegang HGU," jelasnya.

Proses penggugatan pun kata dia, baru dimulai tahun 2018 lalu.

Sebelum mengajukan ke PTUN, pihaknya meminta Bupati Morowali Utara, untuk mendukung masyarakat.

Atas dasar itulah, mereka maju ke PTUN, untuk menggugat sertifikat HGU milik PT SPN.

"Proses penerbitan HGU kami gugat, karena tidak melibatkan masyarakat," jelasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved