Walhi Sulteng Minta Pemda Dorong Pengembangan Kekayaan Bahari dan Ekosistem Wilayah Pesisir Togean

Togean bisa masuk menjadi cagar biosfer dunia karena memiliki keragaman hayati yang sangat potensial

Walhi Sulteng Minta Pemda Dorong Pengembangan Kekayaan Bahari dan Ekosistem Wilayah Pesisir Togean
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Manajer Kampanye dan Perluasan Jaringan Eksekutif Daerah WALHI Sulteng, Stevandi. 

Namun, kata Stevandi, Walhi Sulteng memandang, dijadikannya Togean sebagai cagar biosfer patut memperhatikan rencana pengelolaan di cagar tersebut.

Dalam artian, pengelola yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah nantinya, harus benar-benar siap.

Baik dalam hal pengetahuan soal cagar biosfer maupun yang paling penting harus memiliki komitmen dalam pelestarian lingkungan.

Selain itu, ia mengingatkan, jangan sampai kehadiran cagar biosfer ini justru tidak memperhatikan hak-hak masyarakat nelayan yang sejak dulu beraktifitas di wilayah tersebut.

"Jangan sampai nanti pengelolanya, justru bukan mereka yang memiliki komitmen dalam pelestarian lingkungan, bila ini terjadi, semangat pelestarian lingkungan dalam mendorong cagar biosfer ini, hanya menjadi pencitraan semata," harap Stevandi.

Lebih lanjut, ujar Stevandi, masyarakat cukup berbangga dengan dijadikannya Togean menjadi cagar biosfer.

Namun, hal ini tidak berarti masyarakat mengalihkan perhatian dari cagar alam yang sudah ada dari dulu di Sulawesi Tengah.

Pasalnya, Lore Lindu juga merupakan cagar biosfer yang lain selain Togean di Sulawesi Tengah.

Ia berharap negara serta pemerintah daerah juga perlu memperhatikan cagar alam biosfer yang sudah ada sejak lama di Sulawesi Tengah itu.

Apalagi, masih banyak persoalan yang terjadi di beberapa cagar alam di Sulawesi Tengah yang belum terselesaikan hingga hari ini.

Ia khawatir, jangan sampai kita terus mendorong cagar alam baru, tapi cagar alam yang sudah lama tidak terurus bahkan ada aktivitas ilegal di dalamnya.

"Ini patut menjadi tekanan kepada pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan dari negara di Sulawesi Tengah," tandas Stevandi.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved