Terkini Palu

Zonasi PPDB, SMA/SMK di Daerah Terdampak Bencana Dapat Perlakuan Khusus

Zonasi soal PPDB tingkat SMA/SMK lanjutnya, khusus wilayah bencana seperti Palu dan Sigi tidak mesti mengacu pada Permendikbud nomor 51/2018.

Zonasi PPDB, SMA/SMK di Daerah Terdampak Bencana Dapat Perlakuan Khusus
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng Irwan Lahace 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah berlangsung beberapa hari.

PPDB tahun ini masih mengacu pada peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 51 tahun 2018.

Permendikbud 51/2018 itu mewajibkan sekolah hanya menerima siswa baru sesuai sistem zonasi.

Melalui sistem tersebut, letak tempat tinggal orang tua siswa menjadi faktor utana syarat diterimanya siswa baru di sebuah sekolah, termasuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pelanggaran TSM Jadi Kewenangan Bawaslu

Penerapan sistem berlangsung berbeda untuk wilayah yang terdampak bencana di Provinsi Sulawesi Tengah, seperti Kota Palu dan Sigi.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Irwan Lahace, saat dihubungi, Kamis (27/6/2019) siang.

Kata Irwan, perlakuan khusus itu diterapkan, karena bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018 lalu, mengakibatkan ribuan orang harus pindah tempat tinggal.

Mengingat hal tersebut, penerimaan siswa baru di Kota Palu, Sigi dan Donggala, khusus untuk SMA/SMK, mendapat sedikit keringanan.

Khususnya bagi orang tua siswa yang sebelumnya berdomisili di zona rawan bencana atau yang terdampak tsunami dan likuifaksi.

Ramalan Cuaca Sulawesi Tengah, Jumat 28 Juni 2019: Kota Palu dan Donggala Bakal Diguyur Hujan Lokal

"Olehnya itu kalau ada yang datang bawa anaknya mendaftar, dan dia jelaskan sebelumnya dia tinggal di area likuifaksi, tidak usah lagi ada pertanyaan selanjutnya," ujarnya.

Zonasi soal PPDB tingkat SMA/SMK lanjutnya, khusus ke-3 wilayah itu tidak mesti mengacu pada Permendikbud nomor 51/2018.

Sementara kata dia, untuk SMA/SMK di luar wilayah bencana, tetap berpegang dengan Permendikbud dan edaran Kadis Dikbud Sulteng.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved