Jadi Korban Perdagangan Manusia ke Malaysia, Remaja Korban Bencana Sudah Dipulangkan ke Keluarga

DP3A Sulteng membenarkan adanya remaja korban bencana dari Kabupaten Sigi yang jadi korban tindak pidana perdagangan manusia (TPPO) ke Malaysia.

Jadi Korban Perdagangan Manusia ke Malaysia, Remaja Korban Bencana Sudah Dipulangkan ke Keluarga
Dok. Pribadi
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak (PHP2KA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Sukarti. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Sukarti, membenarkan ada salah seorang remaja korban bencana dari Kabupaten Sigi, yang terbukti jadi korban tindak pidana perdagangan manusia (TPPO) ke Malaysia.

"Berdasarkan penelusuran, kasus tersebut terjadi pada 17 Mei 2019 lalu," ungkapnya saat dihubungi Jumat (28/6/2019) siang.

Saat ini, kata Sukarti, remaja yang diketahui berinisial R (17) itu sudah dipulangkan ke pihak keluarga di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak (PHP2KA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Sukarti.
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak (PHP2KA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Sukarti. (Dok. Pribadi)

Jokowi di KTT G20, Banjir Ucapan Selamat hingga Diberi Permen oleh Trump

MK Telah Berikan Putusan, Maruf Amin Ucapkan Terimakasih dan Ungkap Rasa Syukurnya

Penjelasan Pihak Keluarga Pascapembunuhan Dua Petani di Parigi Moutong

Kata dia, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban dan akan segera menemuinya Minggu (30/6/2019) mendatang.

Pendampingan yang diberikan yaitu berupa pendampingan psikososial dengan menggandeng psikolog.

Awalnya, kata dia, TPPO yang melibatkan remaja penyintas bencana di Sigi itu diketahui berdasarkan temuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Atas temuan itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama International Organization for Migration (IOM) Nunukan memulangkan korban ke daerah asal dan dipulangkan ke keluarganya.

TPPO yang melibatkan R itu, diketahui direkrut oleh seorang yang bernama Aco.

Korban diajak keluar dari Indonesia menuju Malaysia tanpa dokumen imigrasi dengan iming-iming akan diberikan uang sebanyak 1.000 ringgit Malaysia.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved