Pascaputusan MK, Wakil Ketua BPN Belum Tahu Nasib Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Depan

Wakil Ketua BPN mengaku belum bisa memastikan kesolidan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke depan.

KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso. (KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL) 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yakni Priyo Budi Santoso mengaku belum bisa memastikan kesolidan koalisi pendukung Prabowo-Sandi ke depan.

Priyo menyebut belum tahu posisi partai pendukung Prabowo-Sandi ke depan.

Apalagi, pasangan calon nomor urut 02 itu kalah di sidang Mahkamah Konstitusi.

Priyo mengatakan, hal itu akan dibicarakan oleh petinggi partai pendukung usai pembacaan sidang MK yang dihadiri seluruh petinggi partai pendukung.

"Mumpung kita ketemu, nanti akan ada pembicaraan-pembicaraan tentang ke depan sikap politik seperti apa yang akan diambil. Tentu lebih baik nanti bareng-bareng dibicarakan bersama-sama meskipun hak masing-masing parpol dipersilakan tapi juga hak masing-masing juga untuk bersama-sama dalam suka dan duka," ungkap Priyo di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019) petang seperti dikutip dari Wartakotalive.com.

Di samping itu, Priyo menyebut ada opsi untuk membangun kekuatan politik bersama dalam hal ini menjadi oposisi terhadap pemerintahan.

"Soal koalisi bertahan atau bubar, biarkanlah ini berlangsung dan apapun yang terjadi biarkan saja dibangun sebuah koalisi konstruktif, sebuah oposisi yang membangun ke depan. Tapi kan ini masih dlm beberapa opsi tersedia," ujar Priyo.

"Ada pikiran-pikiran berkembang kemungkinan koalisi ini diteruskan untuk lakukan langkah langsung penyeimbang yang konstruktif. Dan pikiran itu banyak yang mendorong karena ini bisa membangun demokrasi yang hebat. Tapi ada juga yang berpikiran atas alasan-alasan yang mungkin pragmatis politik dan seterusnya. Ada juga pikiran ya udah serahkan kepada partai masing. Itu juga pandangan yang nggak salah. Jadi memang banyak opsi yang tersedia," papar Priyo.

Meski demikian, Priyo berharap akan ada keputusan hakim yang bisa mengubah peta politik saat ini yakni saat MK memenangkan pasangan calon 02.

"Saat ini sidang kan masih berlangsung. Siapa tahu hakim MK memutuskan lain. Semua 'kan bergantung putusan MK nanti," ungkap Priyo.

Ditolak MK

Gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan pihak pemohon, yaitu tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) untuk seluruhnya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, membacakan putusan di ruang sidang lantai 2 gedung MK, Kamis (27/6/2019).

"Mengadili, menyatakan dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Anwar Usman membacakan amar putusan.

Pada konklusi atau kesimpulan, MK menyebutkan berwenang untuk mengadili permohonan a quo. Pemohon disebut memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan a quo.

Hakim konstitusi berpendapat permohonan pemohon diajukan masih dalam tenggang waktu yang ditentukan. Eksepsi termohon, yaitu KPU RI, dan eksepsi pihak terkait, yaitu tim kuasa hukum Joko Widodo-Maruf Amin tidak beralasan menurut hukum untuk seluruhnya.

Permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wakil Ketua BPN Belum Tahu Nasib Koalisi Prabowo Pasca-putusan MK, Lanjut atau Berhenti

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved