Selama Juni 2019, BMKG Catat Ada 735 Aktivitas Gempa, Mayoritas Guncang Indonesia Timur

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 735 kali gempa mengguncang Indonesia selama Juni 2019.

Selama Juni 2019, BMKG Catat Ada 735 Aktivitas Gempa, Mayoritas Guncang Indonesia Timur
pixabay
Ilustrasi gempa bumi 

TRIBUNPALU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 735 kali gempa mengguncang Indonesia selama Juni 2019.

Aktivitas alam ini didominasi gempa dengan magnitudo kecil.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat (28/6 2019).

"Secara umum jumlah aktivitas gempa bumi lebih banyak terjadi di wilayah Indonesia Timur," kata Daryono.

Daryono memaparkan, gempa dengan magnitudo kecil kurang dari magnitudo 5,0 terjadi sebanyak 700 kali.

Kemudian, gempa siginifikan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi sebanyak 35 kali.

"Sedangkan jumlah gempa dirasakan terjadi sebanyak 65 kali dalam berbagai variasi magnitudo," kata dia.

Sepanjang bulan Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak tiga kali gempa dengan kategori merusak. Pertama gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi di Kabupaten Sarmi, Papua pada 20 Juni 2019.

"Gempa Sarmi merusak 50 bangunan rumah dan tiga gedung sekolah di distrik Ismari dan Sarmi Selatan," jelas Daryono.

Kemudian, gempa yang terjadi pada 24 Juni 2019 berkekuatan magnitudo 6,1 di wilayah Mamberamo Tengah, Papua dan di Laut Banda dengan magnitudo 7,3.

"Gempa Mamberamo raya merusak 36 rumah di Kampung Munukania. Gempa laut Banda merusak bangunan masjid di pulau Kei besar Kabupaten Maluku Tenggara," kata Daryono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selama Juni 2019, BMKG Catat Ada 735 Aktivitas Gempa"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved