Parasite, Film 'Jenius' Rekomendasi Joko Anwar, Pemenang Festival Film Cannes 2019

Parasite hasil pertempuran yang terjadi dalam pikiran dan insting Bong Joon-ho.

Parasite, Film 'Jenius' Rekomendasi Joko Anwar, Pemenang Festival Film Cannes 2019
Twitter/Festival_Cannes
Film Parasite 

“Ini bukan kriminalitas, aku hanya mencetak ijazah ini lebih awal. Suatu saat aku akan studi di sana.”

Begitu Ki-woo menanggapi ijazah palsu yang dibuatkan adiknya, seolah ia ingin berkata, aku boleh miskin, tapi dilarang keras untuk bodoh.

Dari sanalah kebohongan demi kebohongan yang disusun begitu rapi dan cerdas dibangun satu per satu.

Tipuan demi tipuan akhirnya mengantarkan seluruh anggota keluarga Ki-woo bisa bekerja di rumah Tuan Park.

Kepada Tuan Park, mereka tidak mengenalkan diri sebagai satu keluarga, melainkan hanya hubungan lingkaran pertemanan.

Niatan awal sederhana, setidaknya mendapat pekerjaan dan bisa memperbaiki atau setidaknya hidup. Berhenti menjadi pelipat kotak pizza yang dibayar tak seberapa. 

Mungkin kita akan berpikirkan, barangkali ini yang dimaksudkan oleh sang sutradara dengan Parasite, dari niat baik, namun karena tergoda harta, akhirnya terus menempel hingga pada akhirnya akan menguasai seluruh harta.

Barangkali itu ending cerita yang ada dalam benak penonton.

Dalam setiap adegan yang dibangun, seolah Bong Joon-ho ingin mengantar penonton untuk bersama-sama menahan cemas dan saling tebak menebak kapan dan bagaimana akhirnya tipuan keluarga miskin itu akan terbongkar.

Bagaimana nasib mereka jika akhirnya ketahuan melukai kepercayaan keluarga yang meski berlimpah harta, namun berhati mulia itu.

Halaman
1234
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved