Palu Hari Ini

Kota Palu Alami Inflasi 0,96 Persen Selama Periode Juni 2019

Selama Juni 2019, Kota Palu mengalami inflasi 0,96 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada sejumlah kelompok kebutuhan.

Kota Palu Alami Inflasi 0,96 Persen Selama Periode Juni 2019
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser, menjelaskan kondisi indeks harga di Kota Palu periode Juni 2019, Senin (1/7/2019) sore. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Selama Juni 2019, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,96 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,27 persen.

Inflasi Kota Palu juga dipengaruhi oleh indeks harga kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,97 persen; sandang 0,69 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,35 persen; serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen.

Sementara, kelompok kesehatan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,19 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser, menjelaskan kondisi indeks harga di Kota Palu periode Juni 2019, Senin (1/7/2019) sore.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser, menjelaskan kondisi indeks harga di Kota Palu periode Juni 2019, Senin (1/7/2019) sore. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

"Sedangkan indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga relatif tidak mengalami perubahan," jelas Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser, Senin (1/7/2019) sore.

Pada periode yang sama, kata Nasser, inflasi year on year Kota Palu mencapai 5,32 persen.

Kenaikan indeks harga year on year tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 8,14 persen.

Sedangkan, kelompok sandang mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 2,30 persen.

Jelas Nasser, inflasi Kota Palu sebesar 0,96 persen disumbang oleh andil kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,67 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen.

"Serta kelompok sandang sebesar 0,04 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil di bawah 0,01 persen, sedangkan kelompok kesehatan memberikan andil negatif sebesar 0,01 persen," tambah Nasser.

Pembangunan Huntap di Pombewe Dimulai, Bupati Sigi: Kalau Bisa Ada Tambahan Lahan untuk Pertanian

Polda Sulteng Sudah Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Tambang Ilegal Dongi-Dongi

Dari segi komoditas, beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain ikan selar sebesar 0,27 persen.

Tarif angkutan udara sebesar 0,18 persen, ikan cakalang 0,15 persen, ikan kembung 0,10 persen, ikan ekor kuning 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, ikan layang 0,08 persen, ikan mujair 0,04 persen, kue basah 0,04 persen dan kue kering berminyak 0,04 persen.

Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain kangkung 0,06 persen, ikan teri 0,06 persen, bawang putih 0,05 persen, bawang merah 0,04 persen, tomat sayur 0,04 persen, telur ayam ras 0,03 persen, udang basah 0,02 persen, minyak goreng 0,02 persen, bayam 0,01 persen, dan sampo 0,01 persen.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved