Palu Hari Ini

Palu Hari Ini: Warga Korban Likuifaksi Balaroa Ancam Dirikan Kamp di Kantor Wali Kota Palu

Ancaman itu diberikan karena penanganan pasca bencana yang dinilai lambat sampai dengan 9 bulan pasca kejadian

Palu Hari Ini: Warga Korban Likuifaksi Balaroa Ancam Dirikan Kamp di Kantor Wali Kota Palu
DOK FORUM KORBAN GEMPA BUMI DAN LIKUEFAKSI BALAROA
Forum Korban Gempa Bumi dan Likuifaksi Balaroa menggelar rapat akbar, Sabtu (6/7/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Warga Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, yang tergabung dalam forum korban gempa bumi dan likuifaksi balaroa, menggelar rapat akbar di lokasi pengungsian Balaroa, Sabtu (6/7/2019) siang.

Rapat akbar yang dipimpin Ketua Forum Korban Likuifaksi Balaroa, Abdurahman M Kasim itu, menghasilkan beberapa tuntutan yang diajukan kepada pemerintah.

Tuntutan itu berkaitan dengan penanganan pasca bencana yang dinilai lambat, sampai dengan 9 bulan pasca bencana.

"Jika tuntutan kami ini tidak segera direalisasikan serta diberikan kepastian maka, kami akan membangun camp-camp pengusian di Depan Kantor Walikota Palu dan Gubernur Sulteng," tegas Abdurahman.

Viral Biawak Menempel di Pagar yang Menghebohkan Dunia Maya, Berikut Kumpulan Memenya

Ancaman kedua, yakni mereka akan membangun pemukiman di lokasi yang terdampak likuifaksi atau masuk zona merah.

Ketiga, korban likuifaksi Balaroa bertekad dan komitmen tidak akan menggunakan hak pilih baik dalam Pemilihan gubernur maupun pemilihan wali kota pada Tahun 2020 mendatang.

"Sebab tidak guna pilih pemimpin jika tidal memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap warganya," terangnya.

Bebas dari Penjara, Vanessa Angel Akan Bagikan Kisah Hidupnya di Program Acara Eksklusif

Adapun kata Abdurahman, tuntutan warga korban likuifaksi Balaroa antara lain:

  • Manusiakan kami sebagai korban yang saat ini masih tinggal di tenda dan shalter-shalter pengungsi yang tidak layak huni di lokasi Sport Center Kelurahan Balaroa. Termasuk yang kontrak dan kost serta numpang dirumah famili. Intinya berikan kepastian hidup dan penghidupan yang layak sesuai UUD Pasal 27 Ayat 2 bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  • Mendesak Kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota Palu, untuk segera menyalurkan Dana Jaminan Hidup ( Jadup) kepada sekira 12 ribu warga korban Balaroa.
  • Percepat pembangunan Hunian Tetap ( Huntap) kepada korban.
  • Segera realisasikan Dana Santunan Duka dan Dana Stimulan yang belum seluruhnya di terima ahli waris dan para korban.
  • Perjelas Status Lahan/ Lokasi Tanah kami yang terdampak Gempa Bumi dan Likuifaksi Balaroa.
  • Transparansi dana bantuan melalui Pemerintah Provinsi Sulteng dan Kota Palu baik dari Dalam Negeri maupun Luar Negeri.
  • Bersihkan dan amankan lokasi lahan kami yang terdampak likuifaksi dari aksi-aksi penjarahan, sebab dilokasi itu, masih banyak jasad keluarga kami yang belum sempat di evakuasi.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved