Sulteng Hari Ini

Sulteng Bergerak: Pemerintah Tidak Punya Niat Selesaikan Masalah Bencana

Koordinator Sulteng Bergerak mengatakan pemerintah Kota Palu tidak bertanggungjawab terhadap nasip warganya yang menjadi korban gempa bumi, tsunami

Sulteng Bergerak: Pemerintah Tidak Punya Niat Selesaikan Masalah Bencana
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Pengungsian di Masjid Agung, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu mengatakan pemerintah Kota Palu tidak bertanggungjawab terhadap nasip warganya yang menjadi korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi.

Hal itu ia sampaikan menyusul kerap terjadinya penyegelan hunian sementara (Huntara) di Kota Palu.

Menurutnya, penyegelan tersebut merupakan bentuk pembiaran yang disengaja.

Sebab kata dia, Wali Kota Palu, Hidayat sudah mengetahui masalah ini sejak sebulan lalu, namun tak juga ada tindakan sampai huntara terminal Mamboro kembali disegel.

Sulteng Bergerak Sebut Belum Ada Solusi dari Pemerintah Kurangi Pengangguran Pascabencana

“Wali Kota Palu kami anggap tidak memperdulikan nasip warganya. Berkunjung melihat warganya saja tidak, padahal ia pernah berjanji akan mengungjungi korban penyegelan pasca penyegelan pertama," tutur Adriansa

Lebih lanjut kata Adriansa, meski pun tanggungjawab pembangunan Huntara ada di Kementerian PUPR, tetapi bukan berarti pemerintah daerah menutup mata atas nasip warganya.

Apalagi kata dia, kondisi para penyintas saat ini sudah berada di titik terpuruk.

"Kita lihat saja kondisi para penyintas di Huntara sekarang, mereka mengalami tekanan yang luar biasa," ungkapnya.

Koordinator Sulteng Bergerak Sebut Tenda di Kamp Pengungsian Sudah Tak Layak Pakai

Kata Adriansa, di tengah ketiadaan pekerjaan, mereka juga harus membayar sendiri listrik.

Tambah lagi kebutuhan hidup untuk keluarga setiap hari.

"Sekarang mereka juga harus menghadapi masalah penyegelan huntara," sebutnya.

Ia juga menuturkan bahwa masih terdapat 29.555 jiwa atau 7.502 Kepala Keluarga (KK) korban bencana di Kota Palu yang tidak mendapatkan kepastian Huntara.

Sulteng Bergerak: Data Pemkot Palu soal Korban Bencana yang Tinggal di Pengungsian Keliru

Ini membuktikan bahwa pemerintah Kota Palu tidak benar-benar memikirkan nasip warganya.

“Kami menganggap bahwa pemkot Palu tidak bertanggungjawab atas penderitaan para penyintas selama ini," tegasnya.

"Sudah berjalan sembilan bulan tetapi para korban masih terus menderita tanpa ada tindakan kongkrit dari pemerintah," pungkasnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved