Breaking News:

Haji 2019

Gagal Naik Haji karena Hamil, Emawati Malu Pulang Kampung ke Lombok

Impian dua jemaah haji asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ( NTB) tersebut harus kandas lantaran keduanya dilarang berangkat.

FITRI RACHMAWATI/Kompas.com
Emawati (39) salah seorang calon jemaah haji asal, Sembalun, Lombok Timur batal berangkat ke tanah suci Mekah, karena dilaporkan hamil muda dengan usia kandungan dibawah 14 minggu dan dianggap berbahaya untuk kesehatannya dan kandungannya.( 

"Jika usia kehamilannya sebelum 14 minggu dan setelah 26 minggu, risiko mengalami keguguran dan pendarahan. Buat apa kita berangkat ke tanah suci kalau berdarah tidak boleh masuk masjid, tidak boleh ibadah, kan rugi," kata Wayan Diantika.

Dia juga mengingatkan jika berangkat ke tanah suci dalam keadaan berisiko akan mempengaruhi seluruh rangkaian ibadah seluruh anggota kloter.

Berangkat tahun depan

Menurut Wayan Diantika, baik Emawati dan Marhamah tidak perlu khawatir akan gagal naik haji.

Sebab Kementerian Agama sudah memberikan jaminan kalau ada yang dibatalkan berangkat karena alasan kesehatan, tahun berikutnya atau tahun depan akan diprioritaskan.

"Tidak perlu membayar apa apa lagi, tinggal menjaga kesehatan, tahun depan bisa berangkat," katanya.

Tahun 2019 ini, tercatat sebanyak 4.911 orang calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci, termasuk tim medis dan petugas haji.

Angka tersebut meningkat dibanding pemberangkatan tahun 2018, sebanyak 4.523 jemaah haji yang berangkat ke tanah suci, tercatat peningkatan kuota sebanyak 388 orang di tahun ini.

Seluruh jemaah haji diingatkan untuk menjaga kesehatan mereka, mengingat cuaca ekstrem yang akan dihadapi dengan panas mencapai 40 hingga 50 derajat celsius.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Calon Jemaah Haji Emawati, Malu Pulang Kampung Lantaran Gagal Naik Haji", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved