Agenda Presiden

Menteri ESDM dan BUMN Kena Tegur Presiden Jokowi di Sidang Kabinet Paripurna

Pada pengantar sidang kabinet tersebut Jokowi menyayangkan defisit yang masih terjadi dalam neraca dagang Indonesia.

Menteri ESDM dan BUMN Kena Tegur Presiden Jokowi di Sidang Kabinet Paripurna
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Dalam sambutannya di Musrenbangnas, Kamis (9/5/2019), Jokowi menyatakan, jika menang ia akan lebih berani ambil risiko dengan menghapus lembaga yang menghambat perizinan investor. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegur kinerja menteri dalam kabinetnya. Hal itu dilakukan saat memberikan pengantar dalam sidang kabinet paripurna di istana Bogor.

Pada pengantar tersebut Jokowi menyayangkan defisit yang masih terjadi dalam neraca dagang Indonesia. "Neraca perdagangan kita, Januari - Mei ada defisit US$ 2,14 miliar," ujar Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna, Senin (8/7/2019).

Ia meminta para menterinya untuk mencermati defisit tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jokowi bilang ekspor Indonesia periode Januari - Mei turun 8,6% year on year (yoy).

Impor Indonesia juga mengalami penurunan di periode yang sama sebesar 9,2% yoy. Sektor minyak dan gas (migas) menjadi perhatian besar bagi Jokowi.

Kini Pemakai Gojek Bisa Gunakan LinkAja sebagai Opsi Pembayaran

"Hati-hati di migas pak menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bu menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkaitan dengan ini, karena paling banyak ada di situ," terang Jokowi.

Jokowi pun menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menggenjot ekspor. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dapat meningkatkan akses pasar bagi Indonesia.

Beragam sektor dapat ditingkatkan kapasitas produksinya seperti tekstil, alas kaki, dan furniture yang memiliki pasar di AS. Oleh karena itu perlu ada dorongan berupa insentif untuk meningkatkan ekspor.

Polda Metro Jaya Sebut Galih Ginanjar Akui Ingin Permalukan Fairuz A Rafiq

Selain itu masalah investasi juga menjadi bahan kritik Jokowi. Ia bilang kemudahan berinvestasi masih mengalami banyak hambatan. Padahal investasi dapat menjadi penyelamat bagi neraca dagang Indonesia. Terutama bagi industri yang berorientasi ekspor dan industri produsen barang substitusi impor.

"Sudah beberapa puluh kali saya sampaikan, investasi yang berkaitan dengan ekspor, yang berkaitan dengan barang subtitusi impor, tutup mata, berikan izin secepatnya" jelas Jokowi.

Jokowi juga mengarahkan menterinya agar bertindak di luar rutinitas untuk meningkatkan kinerja. Selain itu ia juga meminta agar kinerja tim antar kementerian dapat didahulukan.

Artikel ini sudah ditayangkan di Kontan dengan judul Jokowi kembali tegur menteri di sidang kabinet paripurna

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved