Pemilu 2019

Caleg Gerindra Minta MK Diskualifikasi Rekan Satu Partainya karena Dugaan Politik Uang

Bambang menduga, Rahmat telah melakukan politik uang selama masa kampanye Pemilu 2019 sehingga layak untuk didiskualifikasi.

Caleg Gerindra Minta MK Diskualifikasi Rekan Satu Partainya karena Dugaan Politik Uang
Kompas.com
Mahkamah Konstitusi 

TRIBUNPALU.COM - Calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra daerah pemilihan Jawa Timur 1, Bambang Haryo Soekarto meminta Mahkamah Konstitusi ( K) mendiskualifikasi rekan satu partainya yang maju pada dapil yang sama, Rahmat Muhajirin.

Bambang menduga, Rahmat telah melakukan politik uang selama masa kampanye Pemilu 2019 sehingga layak untuk didiskualifikasi.

Permintaan tersebut tertuang dalam petitum permohonan gugatan sengketa yang dibacakan kuasa hukum Bambang, M Soleh, dalam sidang sengketa hasil pileg.

"Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk melakukan diskualifikasi terhadap caleg DPR RI Dapil 1 Jawa Timur Partai Gerindra nomor urut 4 bernama Rahmat Muhajirin," kata Soleh di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Susi Pudjiastuti Tantang Mark Zuckerberg Lomba Paddle, Minta Hadiah 10 Persen Saham Facebook

Soleh mengatakan, seharusnya Bambang mendapat 87.000 suara pada Pileg 2019.

Namun, berdasarkan hasil suara yang ditetapkan KPU, caleg nomor urut 01 itu mendapat 52.451 suara.

Sebaliknya, menurut hasil yang ditetapkan KPU, Rahmat mendapat 86.274 suara.

Padahal, berdasarkan penghitungan suara versi Bambang, Rahmat seharusnya mengantongi 30.000 suara.

Menurut Soleh, Bambang merupakan caleg petahana yang hingga kini masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

Saat masa kampanye, Bambang terjun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved