Program Respon Bencana JMK-Oxfam Sentuh Ratusan Ribu Penyintas di Pasigala

Beragam bantuan serta dukungan Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam sudah disalurkan bagi masyarakat Pasigala.

Program Respon Bencana JMK-Oxfam Sentuh Ratusan Ribu Penyintas di Pasigala
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Perwakilan JMK-Oxfam, saat menjelaskan program respon bencana yang mereka laksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Hampir genap satu tahun semenjak Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam terlibat dan turun langsung dalam pembangunan Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) pascabencana 28 September 2018.

Beragam bantuan serta dukungan yang terus berdatangan menjadi asa bagi masyarakat Pasigala.

"Respon sistematis terhadap bencana, diperlukan baik melalui disaster preparedness, tahap emergency ketika bencana terjadi, dan tahap recovery yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi," jelas Maman Natawijaya, Officer EFSVL (Emergency, Food, Security, venurable and livehood) JMK-Oxfam, Rabu (10/7/2019).

Dengan melihat tahapan tersebut, pembelajaran atas respon bencana yang diikuti oieh kebijakan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, juga menjadi bagian penting.

Misi kemanusiaan yang digagas JMK-Oxfam tersebut, telah menyelesaikan fase pertama, yakni tahap emergency.

Update Klasemen Liga 1 Setelah Persija Jakarta Bemain Imbang dengan Persib Bandung

Alasan Raisa dan Hamish Daud Tak Mau Pamerkan Wajah Putri Mereka di Media Sosial

Pada tahap yang dimulai di bulan Oktober hingga Maret 2018 lalu, JMK-Oxfam lebih menitikberatkan tugas pada pengurangan krisis air bersih di lokasi terdampak melalui pendistribusian air, penyediaan prasarana sarana serta sanitasi.

Lebih jauh, di fase emergency tersebut JMK-Oxfam juga melakukan edukasi untuk memaksimalkan hidup bersih di lokasi pengungsian.

Selain itu, akses terhadap kebutuhan pangan para penyintas menjadi program substansi yang dijalankan.

Pada fase kedua yakni di bulan April hingga September 2019, JMK-Oxfam fokus kepada program pembangunan secara berkelanjutan.

Program itu digagas masing-masing sektor kerja, yakni WASH (Water Sanitation and Hygiene), EFSVL (Emergency, Food, Security, venurable and livehood), serta Gender and child protection.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved