Dikonfrontasi dengan Sekjen KONI, Aspri Menpora Bantah Terima Rp 11,5 Miliar

Jaksa KPK mengonfirmasi keterangan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dengan aspri Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi

Dikonfrontasi dengan Sekjen KONI, Aspri Menpora Bantah Terima Rp 11,5 Miliar
Warta Kota/Henry Lopulalan
IMAM NAHRAWI JADI SAKSI- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ketika mau menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/4/2019). Imam akan bersaksi untuk terdakwa Sekretaris Jenderal Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy yang terkena OTT KPK terkait kasus suap dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. 

TRIBUNPALU.COM - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi keterangan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dengan Asisten pribadi (aspri) Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi Miftahul Ulum. Keterangan Ending menjelaskan adanya peneriman uang Rp 11,5 kepada Ulum.

Ending mengaku pernah memberikan uang Rp 3 miliar kepada Ulum. Saat itu, Ulum bersama staf protokoler Arif Susanto menerima uang itu di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Kalau tidak salah Rp 3 miliar diserahkan Pak Johnny (Bendahara KONI Johny E Awuy) sebelum di ruangan saya dan diserahkan langsung Pak Ulum membawa stafnya pak Arif (Susanto)," kata Ending saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Jaksa KPK Cecar Menpora Imam Nahrawi soal Penggelembungan Dana Hibah KONI

Ending mengatakan, uang yang diserahkan kepada Ulum terkait proposal dana hibah KONI yang diajukan ke Kemenpora. Total uang yang diterima Ulum sebesar Rp 11,5 miliar dalam lima kali penyerahan.

Uang suap itu diserahkan atas sepengetahuan Bendahara KONI Johny E Awuy.

Pemberian pertama, Rp 2 miliar di Gedung KONI Pusat. Lalu, pemberian kedua Rp 500 juta di ruang kerja Ending.

Lalu, pemberian ketiga Rp 3 miliar. Pada pemberian ketiga, menurut Ending, ada Arif Susanto.

Keempat Rp 3 miliar di ruang kerja Ending dan pemberian terakhir juga Rp 3 miliar di Lapangan Tenis Kemenpora.

Seperti diketahui, Ending merupakan Sekjen KONI yang divonis 2 tahun 8 bulan penjara karena terbukti menyuap Deputi IV Kemenpora Mulyana serta dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Halaman
123
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved