Sulteng Hari Ini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Sebut Koperasi Syariah Kekuatan Alternatif Keuangan Mikro

Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan, Richard Arnaldo selaku pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi seminar regional ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Sebut Koperasi Syariah Kekuatan Alternatif Keuangan Mikro
DOK. HUMAS PEMPROV SULTENG
Seminar regional Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, menghadiri seminar regional Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019).

Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan, Richard Arnaldo selaku pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan seminar regional ini.

Seminar regional dilaksanakan oleh pusat inkubasi bisnis usaha kecil (Pinbuk) Sulawesi Tengah, yang bertajuk Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah.

Seminar regional Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019).
Seminar regional Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019). (DOK. HUMAS PEMPROV SULTENG)
Seminar regional Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019).
Seminar regional Koperasi Syariah Sebagai Kekuatan Alternatif Lembaga Keuangan Mikro di Sulawesi Tengah, Kamis (11/7/2019). (DOK. HUMAS PEMPROV SULTENG)

Menurutnya, sebagai negara dengan mayoritas jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya menempatkan Indonesia sebagai sentra ekonomi syariah dunia.

Selain itu, Indonesia juga selayaknya ditempatkan sebagai pusat studi, riset dan role model bagi negera-negara lainnya yang ingin menerapkan sistem ekonomi syariah.

Sebab, kelebihan dan potensi sistem ekonomi syariah yang diusung oleh bank-bank syariah, telah membuktikan sanggup bertahan dari gejolak krisis moneter pada tahun 1997

"Dengan kata lain, sistem tersebut menawarkan solusi yang realistis dan reliable, dalam rangka menghadapi fase baru liberalisasi ekonomi global di indonesia,"ungkap Richard.

Sehingga, lanjut Richard, perkembangan ekonomi syariah dewasa ini cukup signifikan dan menjanjikan.

Puluhan Kendaraan Roda Dua Terjaring Razia Polres Palu

Serba-serbi Sidang Putusan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet pada Kamis, 11 Juli 2019 Hari Ini

Tercelup Kuah Kari, Burung Camar Biasa Berwarna Kuning Dikira Burung Eksotis Nan Langka

Namun, masih perlu peningkatan pada peran ekonomi syariah, baik di sektor perdagangan, perbankan, asuransi, investasi termasuk koperasi dan lainnya, khususnya, dalam menerangkan faedah dan keunggulan ekonomi syariah dibandingkan ekonomi konvensional kepada masyarakat.

"Untuk itu, saya mengharapkan para pelaku ekonomi syariah di Sulteng, kiranya berperan sebagai aktor utama dalam melindungi sendi-sendi perekonomian masyarakat," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved