Terkini Daerah

Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Cabuli 15 Santri, Vonis 90 Cambukan Menanti

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Cabuli 15 Santri, Vonis 90 Cambukan Menanti
kompas.com
ilustrasi pencabulan anak 

TRIBUNPALU.COM - AI dan MY, masing-masing pimpinan dan guru pesantren di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, terancam hukuman cambuk sebanyak 90 kali. Penyidik Polres Lhokseumawe menjerat kedua pelaku dengan Pasal 47 Qanun (peraturan daerah) Provinsi Aceh nomor 6/2014 tentang hukum jinayat.

Keduanya diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santri.

“Dalam pasal itu disebutkan pelaku terancam 90 kali cambuk di depan umum atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan,” sebut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, Kamis (11/7/2019).

Dia menyebutkan, penyidik terus melengkapi berkas kasus pelecehan seksual tersebut.

Ormas Islam di Aceh Tolak Turnamen Sepakbola Putri karena Langgar Marwah Perempuan

Selain itu, polisi mengimbau keluarga santri jika merasa anaknya menjadi korban segera melapor ke Polres Lhokseumawe.

“Korban lainnya juga akan kita periksa. Karena, sebagian rumahnya jauh. Jadi butuh waktu untuk pemeriksaan. Kita sudah periksa lima korban dulu,” kata AKP Indra.

Dia menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan korban akan bertambah.

Karena itu, polisi terus mengimbau korban untuk melapor.

Dianggap Langgar Komitmen, Penampilan Base Jam di Aceh Dibubarkan Massa

“Kita duga bisa jadi jumlah korban bertambah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Korban keduanya adalah para santri, yang mayoritas berusia di bawah umur yakni 13 tahun-14 tahun.

Kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cabuli 15 Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Diancam 90 Kali Cambuk ", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved