Haji 2019

5 Hal Menarik Haji 2019, Calon Jemaah Tertua hingga Jemaah yang Menabung 20 Tahun

Di antara ratusan ribu jemaah haji asal Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci, beberapa di antaranya tentu memiliki kisah unik.

5 Hal Menarik Haji 2019, Calon Jemaah Tertua hingga Jemaah yang Menabung 20 Tahun
Tribun Batam/Candra P. Pusponegoro
Umat muslim sedang berdoa di depan Kakbah di Kota Mekkah, Arab Saudi, (7/6/2012) lalu. Sepanjang waktu, tempat ini selalu dibanjiri umat Islam dari seluruh dunia untuk mereka yang menunaikan ibadah umrah dan haji. 

3. Penjual kerupuk naik haji.

Tri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003, RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik haji setelah 28 tahun mengumpulkan uang, Jumat (5/7/2019).(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Tri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003, RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik haji setelah 28 tahun mengumpulkan uang, Jumat (5/7/2019).(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Tri Darini (53), seorang penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003/RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dapat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Tri telah menunggu sejak 2011 hingga akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci pada 2019.

Setiap hari, Tri mengumpulkan uang sebesar Rp5.000 untuk ditabung.

"Tiap hari saya mengumpulkan uang Rp 5000. Setelah sebulan terkumpul uangnya saya bawa ke bank untuk ditabung," kata Tri Darini ditemui saat Kompas.com di rumahnya, Jumat (5/7/2019).

Setelah uangnya terkumpul hingga Rp 25 juta, Darini mendaftarkan seorang diri untuk berangkat haji pada 2011.

Perempuan kelahiran 1 Maret 1966 ini tetap melanjutkan kebiasaannya menabung untuk melunasi biaya haji sebesar Rp 36 juta per orang.

"Alhamdulillah tahun ini saya bisa berangkat naik haji," ujar ibu dua anak.

4. Menabung 20 tahun dari membungkus tempe untuk naik haji.

Pidin (65) mendampingi ibunya, Kadar Saad Jen (93) memperlihatkan koper haji kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/7/2019).
Pidin (65) mendampingi ibunya, Kadar Saad Jen (93) memperlihatkan koper haji kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/7/2019). (Akhtur Gumilang/TribunJateng.com)

Kadar Saad Jen merupakan calon jamaah haji tertua di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dengan usia 93 tahun.

Selain menjadi yang tertua, Kadar Saad Jen juga sangat ulet untuk mewujudkan keinginannya naik haji.

Warga Desa Sokatengah RT 03 RW 03, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal ini menabung selama hampir 20 tahun dari hasil pekerjaannya sebagai pembungkus tempe.

"Nabung sejak krisis moneter, sekitar 1999 silam," tutur Kadar saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis (11/7/2019).

Selama ibadah haji, Kadar bakal terus didampingi anak pertamanya yakni Pidin Bin Mukhibun (65).

Pidin pun turut membantu tabungan ibunya hingga bisa berangkat haji tahun ini.

Pada 2013, akhirnya Pidin bersama Kadar bisa mendaftar ibadah haji ke Kantor Kemenag Kabupaten Tegal dengan menyetorkan uang sebesar masing-masing Rp 26 juta.

5. Stiker berbunyi 'Terima Kasih Jokowi' di pesawat pelepasan jemaah haji.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membenarnya adanya stiker bertuliskan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membenarnya adanya stiker bertuliskan "Terima Kasih Jokowi" di badan pesawat penerbangan perdana jemaah haji Solo untuk lima titik embarkasi pada Minggu (7/7/2019). (Instagram)

Sebuah video yang menunjukkan tulisan 'Terima kasih Pak Jokowi, doakan kami menjadi Haji yang mabrur' di sebuah badan pesawat maskapai Garuda Indonesia sempat viral di media sosial.

Hal ini dibenarkan oleh pihak PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Stiker bertulisan 'terima kasih Jokowi' itu menempel di badan pesawat penerbangan perdana jemaah haji Solo untuk lima titik embarkasi pada Minggu (7/7/2019).

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menjelaskan, tulisan tersebut dicantumkan karena pada awalnya Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan untuk melepas keberangkatan jemaah haji.

"Karena (Jokowi) direncanakan akan melepas keberangkatan penerbangan pertama jemaah haji embarkasi Solo, dan atas penambahan kuota jemaah haji kita," kata Ikhsan melalui pesan singkat, Senin (8/7/2019).

Dia melanjutkan, meski sudah direncanakan, Jokowi batal hadir karena harus menghadiri agenda lainnya.

Menurutnya, ucapan terima kasih di badan pesawat juga dibuat untuk kepentingan hari pelepasan saja.

Dia memastikan, setelah itu badan pesawat dibersihkan kembali.

Video di akun Instagram @garuda.indonesia  menunjukkan stiker tulisan tersebut sudah dihapus.

(TribunPalu.com/Tribunnews.com/Kompas.com)

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Imam Saputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved