Palu Hari Ini

10 Bulan Pasca-Tsunami di Palu, Pengungsi Masih Sulit Penuhi Kebutuhan Logistik dan Butuh Pekerjaan

Hampir 10 bulan berlalu pasca-bencana alam berupa gempa, tsunami, dan likuefaksi mengguncang Kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.

10 Bulan Pasca-Tsunami di Palu, Pengungsi Masih Sulit Penuhi Kebutuhan Logistik dan Butuh Pekerjaan
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Lokasi pengungsian di Gedung Olahraga (GOR) Madani, kompleks Lapangan Golf, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Hampir 10 bulan berlalu pasca-bencana alam berupa gempa, tsunami, dan likuefaksi mengguncang Kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah

Peristiwa alam itu meluluhlantahkan Kota Palu pada 28 September 2018 lalu. 

Memasuki 10 bulan ini, ratusan penyintas di Kota Palu masih tinggal di tenda darurat, Sabtu (13/7/2019) sore.

Berbulan-bulan tinggal di tenda darurat pengungsian, berbagai masalah sosial dihadapi para penyintas.

Seperti yang terjadi di lokasi pengungsian Gedung Olahraga (GOR) Madani, kompleks Lapangan Golf, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Palu Hari Ini: Pedagang Harap Kawasan Pantai Kampung Nelayan Segera Ditata Kembali

Warga Palu Heboh Pantai Talise Berhuruf Cina di Google Maps, Ini Fakta-faktanya

Palu Hari Ini: Dilaporkan Hilang Sejak Rabu, Gadis 13 Tahun Ini Akhirnya kembali ke Keluarganya

Di lokasi pengungsian yang dihuni 84 kepala keluarga dengan 321 jiwa itu, penyintas kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ketersediaan logistik menjadi salah satu hal yang sulit terpenuhi bagi penyintas yang berasal dari pesisir pantai Teluk Palu di Jalan Komodo tersebut.

Koordinator Posko Pengungsian, Gusti Muhammad Rifai mengatakan, logistik seperti beras, telur, mie instan, dan ikan kering sudah tidak mereka terima dalam lima bulan terakhir. 

"Terakhir terima sekitar bulan Februari 2019 lalu, sampai sekarang tidak terima lagi jaminan hidup," jelas Gusti, sapaannya.

Koordinator Posko Pengungsian, Gusti Muhammad Rifai
Koordinator Posko Pengungsian, Gusti Muhammad Rifai (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Untuk memenuhi kebutuhannya, kata Gusti, para penyintas di lokasi pengungsian itu terpaksa harus bekerja serabutan.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved