Belum Dapat Huntara, Warga Perumnas Balaroa Ini Akan Membangun Hunian di Lokasi Likuifaksi

Belum Dapat Huntara, Warga Perumnas Balaroa Ini Akan Membangun Hunian di Lokasi Likuifaksi

Belum Dapat Huntara, Warga Perumnas Balaroa Ini Akan Membangun Hunian di Lokasi Likuifaksi
(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
Tamsir Sikopa, korban likuifaksi di kawasan Perumnas Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Bencana gempa disusul tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 silam, rupaya masih menyisakan sejumlah masalah.

Salah satunya belum terpenuhinya kebutuhan primer para korban.

Khususnya mereka yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Hingga saat ini, ratusan Kepala Keluarga (KK) yang masih metetap di tenda pengungsian Kelurahan Balaroa belum mendapatkan hunian sementara (huntara).

Padahal, saat ini sudah 9 bulan lamanya mereka tinggal di tenda yang berlokasi di Jl Sumur Yuga, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat itu.

Live Score dan Jadwal Pertandingan Liga 2 Minggu 14 Juli 2019 Sore

Ramalan Zodiak Cinta Senin 15 Juli 2019 untuk yang Berpasangan: Virgo Jangan Bawa Urusan Profesional

"Kami meminta apa yang telah dijanjikan, segeralah dilaksanakan, sudah lama kami dijanjikan huntara," kata Warga Perumnas Balaroa, Tamsir Sikopa, Minggu (14/7/2019).

Kata Tamsir, ia bersama warga lainnya yang tergabung dalam forum korban di Kelurahan Balaroa, kerap melakukan aksi untuk menanyakan kejelasan penerimaan huntara.

Namun hingga kini belum mendapat kesempatan tinggal di hunian sementara.

"Yang kami inginkan kejelasan hunian sementara dan hunian tetap, karena sampai sekarang belum dapat," keluhnya.

Ketidakjelasan itu membuat Tamsir merasa dianaktirikan oleh pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved