Sulteng Hari Ini

Sulteng Hari Ini: Pascabencana Sulteng, Walhi Fokuskan Program Livelihood di Dua Desa

Program pendampingan tersebut kata Nur Hidayati, yaitu melalui kerjasama program Livelihood atau pemulihan ekonomi pasca bencana.

Sulteng Hari Ini: Pascabencana Sulteng, Walhi Fokuskan Program Livelihood di Dua Desa
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati mengemukakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan pendampingan kepada warga di Sulawesi Tengah pascabencana.

"10 bulan pascabencana di Sulteng ini, kami Walhi terus mendorong pemberdayaan masyarakat," katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (15/7/2019).

Program pendampingan tersebut kata Nur Hidayati, yaitu melalui kerjasama program Livelihood atau pemulihan ekonomi pasca bencana.

Dalam prosesnya di lapangan, program ini telah berjalan sampai pada tahap pendampingan budidaya tanaman holtikultura.

Data BNNP Sulteng Sebut Sebanyak 123 Siswa di Kota Palu Terpapar Narkoba

Saat ini, di Desa Rogo, Walhi telah membentuk beberapa kelompok ibu-ibu dalam pengembangan budidaya holtikultura tersebut.

Sebelumnya, Walhi juga membentuk Kelompok Tani Kabelota Singgani Dusun Tiga Desa Rogo untuk membudidayakan tanaman jagung.

"Proses penanamannya pun dilakukan secara bertahap, dan tujuan kami ialah program ini jangaka panjang," ungkapnya.

Nur Hidayati berharap, melalui program livelihood dapat membantu mengembalikan kondisi perekonomian warga khususnya untuk memenuhi kehidupan para penyintas sehari-hari.

Selain itu Walhi juga punya program perlindungan ibu dan anak secara psikologis.

Subprogram ini dijalankan karena  tak hanya trauma fisik korban saja yang diprioritaskan, namun psikisnya juga diperhatikan oleh Walhi.

Renduk Pembangunan Pasca-bencana Dianggap Tak Dapat Digunakan untuk Referensi Ranperda RTRW Sulteng

"Pendampingan psikologis ini juga sangat penting, agar mereka bisa beraktifitas normal," jelasnya.

Selain Desa Rogo, Walhi punya desa dampingan di Kabupaten Donggala, yaitu Desa Rano.

Menurut Nur Hidayati bahwa pendampingan di desa tersebut sudah lama sebelum bencana.

"Memang sebelum bencana, Walhi memang sudah melakukan pendampingan di Desa Rano, sehingga saat terjadi bencana, mensuport warga di sana untuk melakukan pemulihan," pungkasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved