Rabu, 29 April 2026

Palu Hari Ini

Inilah Tempat Mencari Jajanan Pisang dan Kacang Tanah di Kota Palu

Bagi Anda yang sering melintas di Jalan S Parman pasti akrab dengan pemandangan sejumlah pedagang pisang dan kacang.

Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUNPALU.COM/MUHAKIR TAMRIN
Pedagang pisang nona di Jalan S Parman, Kota Palu, membersihkan dagangannya, Senin (22/7/2019) siang 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Bagi Anda yang sering melintas di Jalan S Parman di Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, pasti akrab dengan pemandangan sejumlah pedagang pisang dan kacang.

Khususnya di sekitaran simpang empat Jalan S Parman dan Jalan Setia Budi.

Di lokasi itu, sejumlah pedagang berjejer menjajakan berbagai macam pisang dan kacang tanah.

Namun yang paling khas adalah pisang nona dan kacang tanah yang disangrai.

Sulteng Hari Ini: Zamora FC Palu Juarai Turnamen LFN 2019 Region Sulteng

"Setiap hari jual pisang di sini, dari pagi sampai malam," kata Harida, pedagang pisang di Jalan S Parman itu, Senin (22/7/2019) siang.

Kata Harida, pedagang pisang nona di lokasi itu sudah menjual sejak beberapa tahun lalu.

Pedagang pisang nona di Jalan S Parman, Kota Palu, membersihkan dagangannya, Senin (22/7/2019) siang
Pedagang pisang nona di Jalan S Parman, Kota Palu, membersihkan dagangannya, Senin (22/7/2019) siang (TRIBUNPALU.COM/MUHAKIR TAMRIN)

Mereka memasok pisang nona dari berbagai daera di Sulteng, seperti Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Kalau saya beli pisang nona dari Daerah Sidondo di Sigi," jelas Muna, pedagang lainnya.

Pendaftaran Dibuka, Ayo Ramaikan Merdeka Run 2019 di Palu

Muna mengatakan, setiap hari peminat pisang nona di lokasi itu cukup tinggi.

Dengan harga jual Rp 5 ribu per sisir para pedagang bisa mendapatkan hasil jual sampai ratusan ribu per hari.

Pedagang pisang nona di Jalan S Parman, Kota Palu, membersihkan dagangannya, Senin (22/7/2019) siang
Pedagang pisang nona di Jalan S Parman, Kota Palu, membersihkan dagangannya, Senin (22/7/2019) siang (TRIBUNPALU.COM/MUHAKIR TAMRIN)

Selain itu, untuk kacang tanah sangrai, juga dijual Rp 5 ribu per bungkus.

"Tapi kalau sepi, tidak sampai juga ratusan ribu per hari," tandas Muna.

Kepala Kemenag Kota Palu Sebut Animo Masyarakat untuk Berhaji Cukup Tinggi

Jalan S Parman, tepatnya lokasi penjual pisang nona itu, bisa diakses melalui Jalan Setia Budi, Jalan Suprapto, dan Jalan Ki Hajar Dewantara.

Pisang nona di Kota Palu cukup digemari, biasanya pisang berukuran kecil dengan rasa manis ini, disajikan sebagai makanan penutup bagi warga Palu dan sekitarnya.

Tidak hanya disajikan di rumah warga, tapi kerap juga ditemukan di sejumlah warung makan. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved