Sulteng Hari Ini

Kasus Penyebaran Hoaks, Nasib Yahdi Basma Ditentukan dalam Hasil Gelar Perkara

Desakan penyelesaian proses hukum penyebaran hoaks yang menyeret nama Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, terus berlanjut.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Desakan penyelesaian proses hukum penyebaran berita bohong alias hoaks yang menyeret nama Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, terus berlanjut.

Teranyar, desakan itu muncul dari tokoh adat di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada Kamis (25/7/2019) siang, lima orang tokoh adat Sulawesi Tengah mendatangi Markas Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Mereka adalah Ketua Dewan Adat Kota Palu Muhammad Rum Parampasi, Wakil Ketua Dewan Adat Kota Palu Timuddin Dg Mangera, Ketua Dewan Adat Parimo Andi Cimu Tagunu, Ketua Dewan Adat Donggala Datu Wajar Lamarauna, dan perwakilan Dewan Adat Rumpun Da'a Sigi Andi Lasipi.

Kedatangan kelima tokoh adat di Mapolda Sulteng itu diterima oleh Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Integrasikan Program Pengelolaan Hutan, Menteri LHK Beri Apresiasi Pemda Sulteng

Sulteng Hari Ini: Kader PKB Sulteng Optimis Menangi Sengketa Pemilu di MK

Didik, sapaannya menegaskan bahwa progres kasus hoaks dengan terlapor Anggota DPRD Provinsi Sulteng Yahdi Basma, sudah masuk tahap penyidikan.

Selama proses itu, penyidik Dirkrimsus Polda Sulteng sudah memeriksa sebanyak 15 saksi, termasuk saksi pelapor Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, saksi terlapor Yahdi Basma, dan saksi ahli.

"Tinggal menunggu proses selanjutnya, gelar perkara, apa hasilnya akan kita sampaikan," tambah Didik.

Gelar perkara itu akan dilakukan Dirkrimsus Polda Sulteng dalam waktu dekat, untuk menentukan apakah kasus berlanjut ke proses penyelidikan atau tidak.

Termasuk menentukan masin terlapor Yahdi Basma, yang akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Sejauh ini kata Didik, telepon seluler, sim card, dan akun media sosial Facebook milik terlapor Yahdi Basma disita oleh penyidik Polda Sulteng.

"Itu untuk kepentingan penyidikan," ujarnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved