Breaking News:

Terkini Sulteng

Gencar Perangi Plastik, Susi Pudjiastuti Puji Gerakan 'Pinasa' Nelayan Luwuk: Pia Na Sampah, Ala!

Sedang kunjungan kerja di Banggai, Susi Pudjiastuti Puji gerakan moral 'Pinasa' nelayan Luwuk: Pia Na Sampah, Ala! yang berarti 'Lihat sampah, Ambil!'

DOK. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerja di Banggai pada Kamis (25/7/2019). 

Usai memberikan sambutan, Susi Pudjiastuti menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan untuk menunjang kegiatan perikanan di Kabupaten Banggai.

Untuk menunjang produksi bidang perikanan tangkap, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) menyerahkan bantuan berupa Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) bagi 1.200 nelayan dan klaim asuransi nelayan kecelakaan dan meninggal dunia bagi 2 nelayan senilai Rp56 juta.

Sementara itu, di bidang budidaya, diserahkan bantuan 1 ton bibit rumput laut kultur jaringan jenis cottoni senilai Rp36,4 juta.

Bibit ini diberikan kepada empat kelompok pembudidaya ikan, yaitu Kelompok Pembudidaya Permai Satu, Kelompok Pembudidaya Permai Dua, Kelompok Pembudidaya Berah, dan Kelompok Pembudidaya Mandiri. 

Selain itu, KKP juga menyerahkan bantuan modal usaha senilai Rp722 juta melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Bantuan permodalan tersebut diperuntukkan tiga kelompok nelayan, yaitu Kelompok Nelayan Bui-Bui, Kelompok Nelayan Karya Bahari, dan Kelompok Nelayan Nusa Indah.

Bantuan juga datang dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai berupa 3.000 Kartu Nelayan Sejahtera senilai Rp300 juta, 3.000 Kartu Asuransi Nelayan Mandiri senilai Rp525 juta.

Rayakan Ultah ke-45, Coach Teco Dapatkan Kejutan Kue hingga Guyuran Air dari Pemain Bali United

Penerima bantuan bibit rumput laut kultur jaringan, Marja, mengungkapkan terima kasih atas kepedulian KKP.

Ia berharap, bantuan yang diberikan KKP dapat membuat hidup pembudidaya rumput laut lebih sejahtera.

Ia mengaku, bantuan dari KKP ini menambah permodalan usaha rumput laut yang ditekuninya.

Adapun Maya, ahli waris nelayan yang meninggal dunia karena sakit usai melaut menyatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya bantuan program asuransi nelayan yang diberikan pemerintah.

Klaim yang ia dapatkan bisa menjadi modal hidupnya setelah ditinggal tulang punggung keluarganya.

Begitu pula Agus Puasa yang mendapatkan asuransi atas buntungnya jari kelingking kanannya akibat kecelakaan dalam aktivitas penangkapan ikan.

"Saya merasa senang nasib nelayan dan risiko melaut yang kita hadapi jadi perhatian pemerintah," tukasnya.

(TribunPalu.com/Isti Prasetya)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved