Perubahan Iklim
Perubahan Iklim, Eropa Hadapi Gelombang Panas yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Memasuki akhir bulan Juli 2019, Benua Eropa menghadapi gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
TRIBUNPALU.COM - Memasuki akhir bulan Juli 2019, Benua Eropa menghadapi gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Akibatnya, tiga negara di benua tersebut mengalami suhu tertinggi yang pernah tercatat.
Dikutip TribunPalu.com dari laman This is Insider, gelombang panas melanda wilayah utara dan barat Eropa.
Sementara itu, tiga negara mengalami suhu tertinggi adalah Belanda, Jerman, dan Belgia hanya satu bulan setelah gelombang panas juga menerpa benua tersebut.
Belanda mengalami suhu udara tertinggi hingga memecahkan rekor di negara tersebut saat suhu udara Kota Eindhoven mencapai 39,3 derajat Celsius.
Hingga Sabtu (20/7/2019) lalu, sebagian besar wilayah Belanda mengalami panas ekstrem hingga ditandai dengan Code Oranje (Kode Oranye).
Otoritas Belanda juga mengimplementasikan rencana nasional untuk menghadapi panas ekstrem tersebut.
• Habitat Hilang Akibat Pemanasan Global, Beruang Kutub Invasi Kota di Kepulauan di Rusia
• Akibat Perubahan Iklim, Kota Besar di Negara Tropis Bakal Alami Iklim yang Tak Pernah Ada Sebelumnya
Temperatur udara tertinggi yang pernah tercatat di dalam sebuah negara juga dialami Belgia.
Suhu di Belgia mencapai 40,2 derajat Celsius pada Rabu (24/7/2019) dan kemungkinan rekor suhu tertinggi kembali terpecahkan pada Kamis (25/7/2019).
Hampir seluruh wilayah Belgia mengalami waspada kode merah (Red Alert), sebuah status yang dikeluarkan otoritas Belgia hanya untuk "temperatur tinggi yang ekstrem."
Untuk Jerman, temperatur tertinggi yang tercatat adalah 20,5 derajat Celsius pada Rabu (24/7/2019), meskipun otoritas negara tersebut mengatakan hari Kamis (25/7/2019) diprediksi bisa lebih panas lagi.
• 4 Fakta di Balik Viralnya Unggahan yang Mengaku Lulusan UI dan Tolak Gaji Rp8 Juta
Peringatan panas ekstrem pun telah dikeluarkan oleh badan meteorologi untuk hampir semua wilayah Jerman.
Inggris dan Prancis juga mengalami panas ekstrem, dan diperkirakan rekor suhu tertinggi akan tercapai pada Kamis (25/7/2019) yang menjadi hari terpanas.
Sementara itu, Spanyol dan Portugal juga harus menghadapi kebakaran hutan seiring temperatur udara yang semakin meninggi.
Italia juga telah mengeluarkan peringatan kebakaran.
Inggris mengalami temperatur udara tertinggi kedua pada Kamis (25/7/2019) siang, mencapai 37,7 derajat Celsius.
Ramalan cuaca Inggris mengatakan, suhu kemungkinan semakin meningkat dan melebihi rekor tertingginya, 38,5 derajat Celsius.
Sementara itu, Kota Bordeaux di Prancis mengalami suhu tertinggi pada Selasa (23/7/2019) yang mencapai 41,2 derajat Celsius.
Beberapa kota lain di Prancis, termasuk Paris, telah mengeluarkan larangan penggunaan kendaraan di pusat kotanya untuk mengurangi polusi.
Luksemburg dan Swedia juga mengalami temperatur udara yang mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.
Sementara itu, juru bicara badan meteorologi Jerman DWD mengatakan, "Sebagai seorang ahli meteorologi, saya belum melihat hal semacam ini sebelumnya."
Selain itu, gelombang panas juga mengakibatkan setidaknya empat orang tewas.
Kepolisian Metropolitan Inggris mengatakan, pihaknya menemukan dua jasad laki-laki yang berenang di Sungai Thames.
Mereka juga masih melakukan pencarian satu orang pria lagi yang hilang di sungai tersebut.
Polisi juga menemukan jasad di waterpark di Gloucestershire, Inggris barat daya pada Selasa (23/4/2019).
Kasus kematian saat berenang cenderung meningkat pada suhu panas yang ekstrem ketika orang memasuki perairan, seperti Sungai Thames, yang jarang digunakan untuk berenang.
Air yang suhunya lebih dingin dapat menyebabkan syok dan berisiko kematian.
• Perubahan Iklim Sebabkan Bulan Juni 2019 Alami Suhu Global Tertinggi, Gelombang Panas Landa Eropa
Pihak Kepolisian Metropolian telah memperingatkan warga untuk tidak berenang di sungai yang membelah Kota London tersebut, meskipun air sungai terlihat menggoda, terutama saat cuaca panas seperti sekarang ini.
Sementara itu, sebenarnya Sungai Thames juga sepanjang tahun berbahaya untuk berenang.
Kantor Meteorologi Inggris (UK Met Office) telah meminta warga untuk mengawasi orang-orang yang rentan terhadap suhu panas ekstrem, seperti lansia.
Serta mengimbau untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
Perusahaan kereta juga mengurangi layanannya untuk mencegah jalur rel melengkung karena panas ekstrem.
Perlu diketahui, bulan Juni 2019 lalu telah tercatat sebagai menjadi bulan terpanas di dunia.
(TribunPalu.com/Rizki A)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-suhu-panas.jpg)