Breaking News:

Palu Hari Ini

Palu Hari Ini: 10 Bulan pascabencana Palu, Lokasi Likuifaksi Petobo Dikunjungi Sejumlah Orang

Senin (29/7/2019) sore, kawasan likuifaksi yang bisa diakses melalui Jalan Dewi Sartika itu, dikunjungi sejumlah orang.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Area likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dikunjungi sejumlah orang, Senin (29/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Tepat 10 bulan yang lalu, bencana alam gempa bumi dan tsunami termasuk likuifaksi melanda Provinsi Sulawesi Tengah.

Di Kota Palu, yang paling parah terdampak likuifaksi pada 28 September 2018 lalu ialah Kelurahan Petobo di Kecamatan Palu Selatan dan Kelurahan Balaroa di Kecamatan Palu Barat.

Berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), luasan likuefaksi di wilayah Petobo,
Kota Palu mencapai 180,06 hektare.

Area likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dikunjungi sejumlah orang, Senin (29/7/2019).
Area likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dikunjungi sejumlah orang, Senin (29/7/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Senin (29/7/2019) sore, kawasan likuifaksi yang bisa diakses melalui Jalan Dewi Sartika itu, dikunjungi sejumlah orang.

Palu Hari Ini: 10 Bulan Pascabencana Palu, Kuburan Massal Sepi Kunjungan Keluarga Korban

Baik keluarga korban maupun warga lain yang sekadar melihat lokasi eks likuifaksi tepat di 10 bulan pascabencana.

Beberapa dari mereka tampak saling tukar cerita, pengalaman atau sekedar bertanya hal-hal kecil yang berkaitan dengan likuifaksi saat itu.

Area likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dikunjungi sejumlah orang, Senin (29/7/2019).
Area likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, dikunjungi sejumlah orang, Senin (29/7/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

"Tidak ada keluarga yang jadi korban di sini, hanya singgah datang melihat saja, kalau kami dari Sulbar," ujar Andi

Sulteng Hari Ini: Jadi Tersangka Hoaks Longki Djanggola, Yahdi Basma Segera Diperiksa Polisi

Ada juga warga Kelurahan Petobo yang datang sekedar melepas rindu pada keluarga yang hilang ditelan tanah likuifaksi Petobo.

Ialah Lisman alias Bucek, warga Petobo yang sampai saat ini hampir setiap hari berkunjung ke lokasi likuifaksi Petobo.

"Saya kehilangan istri dan dua anak perempuan di sini (area likuifaksi Petobo, red)," ungkap Lismas dengan nada sedih.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved