Sulteng Hari Ini

Kasus Hoaks Gubernur Longki, Yahdi Basma Diperiksa Sebagai Tersangka Penyebaran Berita Palsu

Yahdi Basma dipanggil untuk pertama kali dengan status tersangka penyebaran hoaks 'Longki Djanggola Membiayai People Power di Sulteng.'

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Politikus Yahdi Basma Yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Mengenakan kaus warna abu-abu tua dan celana panjang jin warna biru, politikus sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah Yahdi Basma, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita.

Politikus Yahdi Basma dipanggil untuk pertama kali dengan status tersangka penyebaran hoaks 'Longki Djanggola Membiayai People Power di Sulteng.'

Yahdi Basma datang ke Dirkrimsus Polda Sulteng dengan didampingi kuasa hukumnya Ishak Adam.

Tiba di depan gedung Dirkrimsus Polda Sulteng, Yahdi menyempatkan diri menyapa sejumlah kenalan, dan langsung masuk ke ruangan penyidik didampingi kuasa hukum.

Politisi Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita.
Politikus Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Politisi Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita.
Politikus Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Sebelumnya, pemeriksaan Yahdi Basma sebagai tersangka penyebaran hoaks yang menyeret nama Gubernur Provinsi Sulteng H Longki Djanggola itu dijadwalkan pukul 09.00 wita.

Namun, kedatangan Yahdi Basma terlambat sekitar 112 menit.

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto membenarkan, pemeriksaan Yahdi Basma kali ini untuk meminta keterangan sebagai tersangka atas laporan Gubernur Provinsi Sulteng H Longki Djanggola tanggal 5 Juni 2019 lalu.

Lanjutnya, Yahdi Basma ditetapkan sebagai tersangka sejak 25 Juli 2019 pekan lalu.

"Penetapan itu pascadilakukan gelar perkara oleh penyidik," jelas Didik.

Penetapan politisi Yahdi Basma merupakan buntut dari laporan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, yang disampaikan Polda Sulteng.

Hadiri HUT ke-23 Kecamatan Palolo, Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate Beri Pesan Ini

Terungkap, Ini Sosok Pria Pemakan Kucing di Kemayoran, Jakarta

Di Film Avengers: Endgame Tak Ada Pemakaman untuk Black Widow, Ini Penjelasan Sang Sutradara

Politisi Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita.
Politikus Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Politisi Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita.
Politikus Yahdi Basma yoba di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, Selasa (30/7/2019) pukul 10.52 wita. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved