Sulteng Hari Ini

Banjir di Parimo, Relawan Gabungan Mulai Bersihkan Rumah Warga Terdampak

Banjir yang menerjang tiga desa di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (30/7/2019) menyebabkan sejumlah kerusakan.

Banjir di Parimo, Relawan Gabungan Mulai Bersihkan Rumah Warga Terdampak
Dok. Tagana
Tim relawan gabungan membersihkan rumah warga Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (31/7/209). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Banjir yang menerjang tiga desa di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (30/7/2019) menyebabkan sejumlah kerusakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunpalu.com pada Rabu (31/7/2019), satu unit rumah warga di Desa Silabia hancur.

Sementara puluhan rumah lainnya mengalami rusak ringan karena tertimbun lumpur setinggi betis orang dewasa.

Camat Tinombo Hayati, S. Sos saat dihubungi Tribunpalu.com, mengaku sudah berada di lokasi banjir di Desa Silabia sejak Selasa malam.

Tim relawan gabungan membersihkan rumah warga Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (31/7/209).
Tim relawan gabungan membersihkan rumah warga Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (31/7/209). (Dok. Tagana)
Tim relawan gabungan membersihkan rumah warga Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (31/7/209).
Tim relawan gabungan membersihkan rumah warga Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (31/7/209). (Dok. Tagana)

Camat Tinombo Sebut Banjir Disebabkan Pondasi Gudang yang Akan Dibangun di Aliran Air

Kapal Roro KMP Sembilang Meledak, 10 Orang Luka Bakar, Satu Lainnya Terlempar

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah Kamis, Muhammadiyah Tetapkan Iduladha 11 Agustus

"Saya sudah di lokasi malam tadi, di kondisinya cukup parah, ada satu rumah hancur, dan sebagian masih dimasuki lumpur," jelasnya.

Selain itu, kata dia, beberapa perabot rumah dan alat rumah tangga milik warga sebagian ikut hanyut ikut terbawa oleh derasnya air.

Hayati menyebut, wilayah yang terdampak parah di Desa Silabia saat ini ialah Dusun 1 dan 2.

Warga yang tempat tinggalnya masih terendam, terpaksa harus menumpang di rumah tetangga.

Ia menjelaskan, banjir di Desa Silabia diakibatkan oleh luapan air di ngarai yang longsor.

"Longsoran itu tidak mampu menahan air, makanya banjir terjadi," tuturnya.

Sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi pada 2011 silam, tetapi tidak menyebabkan rumah warga rusak.

Di lokasi berbeda, di Desa Bainaa, Kecamatan Tinombo, tim relawan gabungan yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), BPBD, dan Kelompok Pencinta Alam sudah melakukan pembersihan sebagian rumah warga.

"Rumah warga sementara kami bersihkan, karena memang kondisinya terendam lumpur," ujar salah satu anggota Tagana Parimo, Amir.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved