Sulteng Hari Ini

Sulteng Hari Ini: Pelepasliaran Satwa Dilindungi yang Terungkap di Donggala Menunggu Proses Hukum

Jika proses hukum sudah selesai dan jelas kata Mulyadi, pihaknya akan menentukan penanganan selanjutnya kepada burung dilindungi tersebut.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Burung dilindungi asal Maluku yang berhasil diamankan sebelum dijual di Palu, berada di penangkaran BKSDA Sulteng, Kamis (1/8/2019) sore. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, mengamankan seorang yang diduga pelaku perdagangan satwa jenis burung endemik dan dilindungi, Selasa (30/7/2019) pekan lalu.

Satwa dilindungi tersebut berjumlah 22 ekor, terdiri dari 19 burung nuri red lori, 2 ekor kasturi kepala hitam, dan seekor Kakatua Jambul Kuning.

"Sekarang barang bukti dititipkan di BKSDA," jelas Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, saat dihubungi, Kamis (1/8/2019) sore.

Saat ini barang bukti ke-22 ekor burung dilindungi itu dititipkan di kandang burung milik Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulteng.

Sulteng Hari Ini: Selundupkan Satwa Dilindungi, Seorang Warga Donggala Terancam Penjara 5 Tahun

Saat dihubungi TribunPalu.com, Kasubag BKSDA di Sulteng, Mulyadi Yoyo Martono mengatakan, saat ini pihaknya menunggu proses hukum selesai.

Jika proses hukum sudah selesai dan jelas kata Mulyadi, pihaknya akan menentukan penanganan selanjutnya kepada burung dilindungi tersebut.

"Ada kemungkinan dilepasliarkan atau dikembalikan ke LK atau lembaga konservasi," jelas Mulyadi.

Saat ini, pelaku yang diamankan polisi, inisial AR (30), warga Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulteng.

Penangkapan terduga pelaku, berawal dari informasi yang didapatkan polisi melalui halaman jual beli di media sosial facebook.

Terduga pelaku AR mempromosikan satwa dilindungi itu untuk dijual.

Sulteng Hari Ini: Polda Sulteng Sita Puluhan Ekor Burung Endemik Maluku Siap Jual di Donggala

Berdasarkan informasi itu, kepolisian kemudian melakukan pendalaman informasi, termasuk mengecek di kediaman pelaku.

Pelaku diamankan di hunian sementara di Desa Wani, Kabupaten Donggala.

Ancaman hukuman pelaku paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 juta.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 pasal 21 ayat 2 junto pasal 40 ayat 2a tentang sumber daya hayati dan ekosistemnya.

"Menurut keterangan pelaku, satwa dilindungi itu berasal dari Maluku, dikirim melalui jalur laut menuju Kota Palu," kata Didik.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku perdagangan satwa dilindungi tersebut.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved