2 Peserta Surabaya Marathon 2019 Meninggal, Ini Dugaan Penyebabnya

Dua peserta Surabaya Marathon 2019 meninggal dunia saat mengikuti ajang lomba marathon kategori 10 K di Surabaya, Minggu (4/8/2019).

2 Peserta Surabaya Marathon 2019 Meninggal, Ini Dugaan Penyebabnya
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi - Sejumlah pelari mengikuti Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon 2019 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (28/7/2019). Ajang lari terbesar di Jawa Barat yang terdiri dari empat kategori itu, yakni 5K, 10K, Half Marathon (21K), dan Full Marathon (42K), diikuti sekitar 10.000 peserta yang berasal dari barbagai daerah di Indonesia. 

TRIBUNPALU.COM - Dua peserta Surabaya Marathon 2019 meninggal dunia saat mengikuti ajang lomba marathon kategori 10 K di Surabaya, Minggu (4/8/2019).

Kedua peserta yang meninggal itu adalah Husnun Nadhor Djuraid (60), warga Kota Malang, Jawa Timur, dan Oentong P Setiono (55), warga Kelapa Gading, Jakarta.

"Pelari 1 (Husnun) terjatuh di Jl. Pemuda (depan Bank BTPN) lalu dibawa ke RSUD Dr. Soetomo oleh PMI Kota Surabaya. Pelari 2 (Oentong) terjatuh di Jl. Basuki Rahmat lalu dibawa ke RSUD Dr. Soetomo oleh TGC Pusat. Kedua korban meninggal dunia setelah tiba di RSUD Dr. Soetomo," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPB Linmas Kota Surabaya, secara tertulis, Minggu (4/8/2019).

//

Sementara itu, putri almarhum Husnun, Amalia Kautsariah mengaku korban meninggal saat berlari dengan jarak sejauh 8 kilometer.

Liga 1 Hari Ini: Barito Putera vs Persib Bandung, Maung Bandung Unggul Head to Head

Menurut Amaliah, korban yang merupakan Komisaris Malang Post dan mantan Pemimpin Redaksi Harian Surya itu, diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung.

"Tadi katanya sempat jatuh saat lari sampai di 8 kilometer. Terus langsung dari tim medis dibantu dibawa ke ambulance dan waktu di resusitasi jantung paru (RJP) tidak merespons. Waktu masuk IGD juga tidak merespons," ujar Amalia.

Ia menyampaikan, tahun lalu korban pernah dirawat di rumah sakit dan didiagnosa sakit jantung setelah bermain tenis. Namun, setelah kondisinya pulih, korban kembali ikut ajang lomba Marathon.

"Memang (bapak) punya riwayat jantung. Tapi sudah sembuh, terus sempat ikut Borobudur dan Prambanan Marathon tahun lalu sampai finish 10 K. Tahun ini (lari marathon) di Surabaya," tutur dia.

Jadwal Liga 1 Hari Ini, Borneo FC vs PSS Sleman dan Barito Putera vs Persib Bandung

Ketua Panitia Surabaya Matathon 2019 Fransisca Budiman, enggan memberikan keterangan lengkap mengenai mengenai meninggalnya dua peserta lari matathon tersebut.

"Korban yang pasti ikut lari, tapi bagaimana kejadiannya saya belum tahu. Tanya ke pihak humas RSUD Dr. Soetomo mungkin lebih jelas," ucap Fransisca singkat.

Jenazah Husnun akan dibawa ke rumah duka di Perumahan Srikandi, Jalan Digul 2, Kelurahan Banul Rejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur untuk dimakamkan di sana.

Sementara itu, jenazah Oentong akan dimakamkan di Solo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Peserta Surabaya Marathon 2019 Meninggal, Ini Dugaan Penyebabnya"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved