Breaking News:

4 Fakta Seputar Dipecatnya Perwira Polisi Akibat Sering Absen dan Pilih Jadi Tukang Ojek di Kendari

Inspektur Satu (Iptu) Triadi direkomendasikan untuk mendapatkan pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH).

Kompas.com/Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Iptu Triadi menjalani sidang kode etik di Polda Sultra karena absen selama 62 hari. Oleh majelis sidang kode etik, ia dijatuhi hukuman Pemberhentian Tetap Dengan Tidak Hormat (PTDH). 

Seorang perwira polisi dari Satuan Sabhara Polres Kendari Inspektur Satu (Iptu) Triadi direkomendasikan untuk mendapatkan pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH).

TRIBUNPALU.COM - Seorang perwira polisi dari Satuan Sabhara Kepolisian Resor (Polres) Kendari Inspektur Satu (Iptu) Triadi direkomendasikan untuk mendapatkan pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH).

PTDH direkomendasikan oleh majelis sidang Komisi Kode Etik (KKE) di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar, Jumat (9/8/2019) sore.

Terungkap dalam persidangan tersebut bahwa yang bersangkutan absen ke kantor karena menjadi tukang ojek di Kota Kendari.

Berikut fakta perwira polisi yang pilih jadi tukang ojek:

1. 62 hari tanpa izin pimpinan

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sanksi PTDH itu dikeluarkan lantaran Triadi meninggalkan tugas selama 62 hari secara berturut-turut tanpa izin pimpinan.

Akhirnya dalam sidang itu terungkap bahwa yang bersangkutan absen berkantor karena menjadi tukang ojek di Kota Kendari.

“Benar alasan terduga pelanggar tidak melaksanakan tugas tanpa izin pimpinan karena menjadi tukang ojek dengan penghasilan Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per hari,” katanya.

Iptu Triadi menjalani sidang kode etik di Polda Sultra karena absen selama 62 hari. Oleh majelis sidang kode etik, ia dijatuhi hukuman Pemberhentian Tetap Dengan Tidak Hormat (PTDH).
Iptu Triadi menjalani sidang kode etik di Polda Sultra karena absen selama 62 hari. Oleh majelis sidang kode etik, ia dijatuhi hukuman Pemberhentian Tetap Dengan Tidak Hormat (PTDH). (Kompas.com/Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati)

2. Sudah Dua Kali Diperingatkan

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved