Rabu, 15 April 2026

HUT ke-74 RI, Nelayan di Mamboro, Palu Tanam 223 Balok Terumbu Karang

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) nelayan di Mamboro, Palu menanam ratusan balok terumbu karang.

Editor: Imam Saputro
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Nelayan di kelurahan Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali menanam terumbu karang di momen HUT RI, Sabtu (17/8/2019) 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Banyak cara yang dilakukan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/8/2019.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) nelayan di wilayah itu menanam ratusan balok terumbu karang.

"Total jumlah bibit yang akan kami tanam hari adalah sebanyak 892 bibit," kata Inisiator Transplantasi Terumbu Karang, Bobi Lasani.

Bobi menjelaskan, saat ini kondisi bawah laut di bagiat utara Kota Palu sangat memprihatinkan.

nelayan Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menanam terumbu karang di momen HUT RI
nelayan Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menanam terumbu karang di momen HUT RI (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Pasalnya, mulai dari lepas pantai Kelurahan Mamboro sampai di wilayah Kecamatan Tawaili, seluruh terumbu karang rusak.

Hal itu akibat bencana gempa disertai tsunami pada 28 September 2018 silam.

"Kasihan tempat ini, sehingga kami berininsiatif melakukan transplantasi terumbu karang," ungkapnya.

Saat ini kata Bobi, bersama warga lainnya ia telah menanam sebanyak 263 balok terumbu karang.

"Jadi kalau dihitung perbibit, sudah 900 bibit terumbu karang yang kami tanam di laut dengan dalam 6 meter," jelasnya.

Hanya saja kata Bobi, lokasi pengambilan bibit cukup jauh.

Mereka harus menuju Kabupaten Donggala menggunakan perahu.

"Alhamdulillah sudah berjalan 1 bulan lebih kami melakukan transplantasi terumbu karang ini," tuturnya.

Lebih lanjut Bobi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Arsitek Komunikasi (Arkom) Palu yang telah membantu warga dalam program transplantasi terumbu karang tersebut.

Bukan hanya transplantasi, Arkom Palu juga membantu warga membangun hunian sementara (Huntara), penghijauan, dan pembangunan MCK.

Begitu juga dengan mesin pembuatan batu bata ringan untuk pemulihan ekonomi warga.

"Kami hanya bisa berdoa, karena untuk membalas kebaikan mereka kami tidak bisa dengan uang," ujarnya.

"Karena kami memang terpuruk, kami ingin bangkit dan hidup normal seperti dulu lagi," pungkasnya.

Simak juga videonya:

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved