Laznas Baitulmaal Muamalat Mulai Bangun 320 Rumah Harapan Bagi Korban Bencana di Donggala

BMM melakukan kick off pembangunan 180 unit rumah harapan dengan konsep recycle house, di Donggala.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Pemasangan kerangka rumah harapan konsep recycle house, secara simbolis dilakukan oleh Direktur Eksekutif BMM Teten Kustiawan, dan Branch Manager Bank Muamalat Palu Bambang Haryo Nugroho di Desa Oti, Donggala, Selasa (20/8/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA --Bank Muamalat melalui Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) melakukan kick off pembangunan 180 unit rumah harapan dengan konsep recycle house, di Desa Marana, Desa Kavaya, Kecamatan Sindue, dan Desa Oti di Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Selasa (20/8/2019) siang.

Kick off pembangunan rumah harapan yamg diberi nama Dusun Zakat itu, dihadiri Direktur Eksekutif BMM Teten Kustiawan, Head of CDR Partnership Management Corporate & Marketing Communivation Division Bank Muamalat Agustri Yogasmara, dan Branch Manager Bank Muamalat Palu Bambang Haryo Nugroho.

Direktur Eksekutif BMM Teten Kustiawan mengatakan, pembangunan kembali rumah harapan itu, merupakan bentuk kontribusi nyata BMM untuk meringankan beban korban bencana di daerah itu.

Khusus di Desa Oti, BMM juga membangun sarana mandi cuci kakus (MCK) yang selama ini belum mereka miliki.

“Kami berharap pembangunan rumah harapan ini dapat mengembalikan kehidupan normal para korban dan turut merasakan nikmatnya 74 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujar Teten Kustiawan.

Palu Hari Ini: Beginilah Upaya Emak-emak di Parigi Moutong agar Raih Adipura Tahun 2020

Tidak habis di situ, Laznas BMM juga membangun rumah dengan konsep serupa sebanyak 140 unit di Desa Saloya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

"Pembangun rumah dengan konsep recycle house yang di Desa Saloya, sudah selesai sejak pertengahan Juli 2019," kata Teten.

Salah satu contoh rumah harapan yang dibangun Baitulmaal Muamalat di Desa Saloya, Donggala
Salah satu contoh rumah harapan yang dibangun Baitulmaal Muamalat di Desa Saloya, Donggala (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Selain membangun rumah konsep recycle house, di Desa Saloya itu, BMM jiga membangun madrasah.

Ke depan, di Desa Saloya dibuat pengembangan ekonomi berupa industri kelapa kopra yang sudah dilakukan studi kelayakan bekerja sama dengan Fakultas Teknik Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM).

Untuk skema pembangunan rumah itu kata Teten, pihaknya membangun kembali rumah di tanah milik warga.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved