Terkini Nasional

Yamaha Imbau Konsumen Motornya Tak Gunakan Premium dan Pertalite

Yamaha tak dapat menampik bahwa masih banyak pemilik kendaraan yang tak memperhatikan kesehatan mesin dengan menggunakan bahan bakar kualitas rendah

Yamaha Imbau Konsumen Motornya Tak Gunakan Premium dan Pertalite
TRIBUNPALU.COM/MUHAKIR TAMRIN
Pengunjung BYMS saat menjajal produk baru motor Yamaha di Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (22/6/2019) 

TRIBUNPALU.COM - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan, sepeda motor yang diproduksi dan dijual saat ini sudah memiliki standar emisi yang tinggi.

Alhasil, penggunaan bahan bakarnya patut diperhatikan, jangan asal pakai BBM berkualitas atau oktan rendah.

Manager Marketing YIMM Antonius Widiantoro menanggapi pernyataan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), yang menyebutkan motor sebagai sumber polusi udara di DKI Jakarta dan bahan bakar di bawah RON 92 seharusnya dihapus.

"Produk yang kami hasilkan sudah sesuai dengan standar regulasi emisi yang berlaku, karena produksi Yamaha juga merupakan produk yang di ekspor. Sehingga, sudah pasti ramah lingkungan dan telah dilengkapi dengan eco indikator yang membantu pengendara agar motor lebih irit dan efisien," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Jusuf Kalla Sebut Situasi yang Sebenarnya Terjadi di Surabaya dan Malang Harus Dijelaskan Polisi

Namun, Anton tak dapat menampik bahwa masih banyak pemilik kendaraan yang acuh atau tidak memperhatikan kesehatan mesin motornya dengan menggunakan bahan bakar kualitas rendah, seperti Premium atau Pertalite.

"Semakin tinggi standar emisi yang ditetapkan dibutuhkan jenis bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi pula. Karena Apabila tetap menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang rendah akan menimbulkan efek detonasi atau knocking. Rata-rata kendaraan sekarang memiliki kompresi yang tinggi," ujar dia.

"Bicara tentang produk Yamaha, tentu kita menyesuaikan dengan pasar yang ada. Tapi balik lagi, pemilihan bahan bakar itu ada di sisi konsumen. Selama masih dipasarkan, kita tidak dapat menampiknya," kata Anton.

Vicky Prasetyo Sebut Raffi Ahmad Pernah Berikan Cincin ke Seorang Wanita Sebelum Nagita, Siapa Ya?

Sebelumnya, Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB menyatakan bahwa bahan bakar berkualitas rendah seperti Premium 88, Solar, Dexlite, dan Pertalite 90 ikut menyumbangkan tingginya polusi udara di DKI Jakarta, melalui emisi gas buang kendaraan bermotor.

Oleh sebab itu, disarankan kepada pemerintah untuk menghentikan produksi dan penjualan keempat jenis bahan bakar tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yamaha Imbau Konsumen Tidak Pakai BBM Premium dan Pertalite", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved