Palu Hari Ini
Penumpang Speed Boat yang Rusak di Perairan Togean Berhasil Dievakuasi
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 2 penumpang speed boat yang dikabarkan mengalami kerusakan di perairan Kepulauan Togen
Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUNPALU.COM, TOUNA -- Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 2 penumpang speed boat yang dikabarkan mengalami kerusakan di perairan Kepulauan Togen, Rabu (21/8/2019) sore.
Kepala Basarnas Palu, Basrano mengatakan, korban atas nama Rustam (26) dan Sarwana (16), ditemukan terapung di perairan antara Pulau Taupan dan Una-una dalam keadaan selamat.
Keduanya dievakuasi ke Desa Kulingkinari Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-una.
"Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, operasi dinyatakan selesai, tim SAR gabungan kembali ke kesatuannya masing-masing," jelas Basrano.
Sebelumnya, sebuah speed boat dikabarkan mengalami mati mesin di tengah perairan Kepulauan Togen, Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (21/8/2019) siang.
Diketahui, speed boat berpenumpang 2 orang itu, mengalami kerusakan pada bagian mesin sejak Selasa (20/8/2019).
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Basarnas Palu Rabu pagi, penumpang di atas kapal atas nama Rustam (26) dan Sarwana (16).
Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano mengatakan, speed boat berangkat pada Selasa (20/8/2019) siang dari Pelabuhan Ampana ke Desa Kulingkinari di Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-una.
Namun pada pukul 13.30 wita, kata Basrano, speed boat mengalami mati mesin di perairan kepulauan Togean.
"Pagi tadi pukul 07.00 wita tim SAR gabungan melaksanakan Operasi pencarian di area Pulau Taupan, pencarian dilakukan dengan metode paralel dengan luas seacrh area 88,91 nm," jelas Basrano, saat dihubungi TribunPalu.com, Rabu siang.
Sementara itu, Kepala Jaga Harian Basarnas, Arifuddin mengatakan, korban masih bisa dihubungi via jaringan radio.
"Tadi terakhir berkomunikasi pukul 06.40 wita, korban mengatakan kondisi mereka baik cm terkendalah mesin speed boat yang mengalami mati mesin sehingga membutuhkan dievakuasi," kata Arifuddin. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)
