Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Sulteng Bergerak Nilai Pemprov Sulteng Rawan Digugat Karena Papan Peringatan di Pantai Teluk Palu

Sulteng Bergerak berharap pemerintah tidak mengambil keputusan yang sifatnya instan hanya karena mengejar target tayang.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Tengah (Sulteng) rawan gugatan.

Pasalnya kata dia, Pemrov Sulteng membuat aturan yang tidak memiliki dasar hukum.

Hal itu ditegaskannya menyusul keputusan pemerintah memasang papan peringatan larangan aktivitas di sepanjang Pantai Teluk Palu.

Dalam papan peringatan itu memberitahukan kawasan zona terlarang dalam zona rawan bencana tsunami, yakni sepanjang pantai berjarak 0 sampai 100 meter.

Sulteng Bergerak: Pemerintah Tak Punya Dasar Hukum Larang Warga Beraktivitas di Pantai Teluk Palu

Itu arinya, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan kegiatan di kawasan yang telah ditetapkan itu.

"Warga yang merasa dirugikan bisa saja melakukan gugatan hukum kepada pemerintah," tegas Adriansa.

"Kenapa? Karena peta ZRB yang selalu menjadi dasar pemerintah itu belum memiliki payung hukum," tambahnya.

Bahkan kata dia, peraturan daerah terkait RTRW pun sampai saat ini masih dalam proses penyusunan.

Pun masih banyak catatan yang harus dipenuhi dalam dokumen ranperda RTRW Sulawesi Tengah itu.

"Iya, salah satunya dokumen terkait dengan kebencanaan belum dibuat sebagai dasar untuk mitigasi bencana," jelas Ardiansa.

Palu Hari Ini: Polsek Palu Utara Umumkan Sepasang Pria dan Wanita Diduga Pengedar Narkoba

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved