Sulteng Hari Ini

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Hambat Proses Pencarian 9 Korban Karamnya KLM Garuda Jaya 03

Sesuai data di lapangan, kata Basrano, kecepatan angin mencapai rata-rata di atas 15-20 knot menuju arah utara perairan Taliabu.

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Hambat Proses Pencarian 9 Korban Karamnya KLM Garuda Jaya 03
DOK BASARNAS PALU
Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Kantor Pencaraian dan Pertolongan alias Basarnas Palu, Basrano mengatakan, angin kencang dan gelombang tinggi di lokasi pencarian cukup menghambat operasi SAR, Selasa (27/8/2019).

Sehingga, operasi SAR pencarian sampai dengan hari ke-4 ini brlum membuahkan hasil alias nihil.

Sesuai data di lapangan, kata Basrano, kecepatan angin mencapai rata-rata di atas 15-20 knot menuju arah utara perairan Taliabu.

Sedangkan l ketinggian gelombang masih rata-rata di atas 1,5 meter.

Kondisi cuaca tersebut lanjutnya, sangat berpengaruh pada pada operasi SAR pencarian ke-9 korban.

Jika Ibu Kota Sudah Pindah, Jakarta Tak Lagi Sandang Status DKI

Tim SAR Gabungan Rilis Nama 9 Korban Kapal Karam di Perairan Taliabu yang Masih Dicari

"Ini sedikit menyulitkan seluruh tim SAR yang ada di lapangan dalam melaksanakan upaya pencarian," jelas Basrano.

Sebelumnya, KLM Garuda Jaya, dikabarkan karam karena mengalami kebocoran di Perairan Taliabu, Sabtu (24/8/2019) siang.

Kebocoran pada lambung kapal itu diakibatkan cuaca buruk, saat berlayar dari pelabuhan di Kota Luwuk Kabupaten Banggai, Provinsi Sulteng, menuju Pelabuhan Tikong di Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

"Hari Kamis 22 Agustus 2019, KLM Garuda Jaya berlayar pukul 21.00 wita, pada Jumat 23 Agustus 2019 pukul 23.00 wita, mengalami kebocoran dikarenakan cuaca buruk di Perairan Taliabu," jelas Basrano, saat dihubungi, Sabtu (24/8/2019) siang.

Info kecelakaan yang menimpa kapal layar motor berpenumpang 14 orang, diterima Basarnas dari warga, Muhlis, Sabtu siang sekira pukul 10.17 wita.

Pada Sabtu (24/8/2019) sore, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 5 korban dalam keadaan selamat.

Berdasarkan laporan, KLM Garuda Jaya dengan warna abu-abu dan panjang 15 meter itu, mengalami kecelakaan pada titik kordinat 1°37'46.36"S - 124°18'55.29"T, sekitar 100 Nm dari Pelabuhan Luwuk banggai.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved