Korban Kapal Karam di Perairan Taliabu Diduga Hanyut ke Wilayah Manado dan Gorontalo

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap 9 korban kapal karam di Perairan Taliabu, Selasa (27/8/2019).

Korban Kapal Karam di Perairan Taliabu Diduga Hanyut ke Wilayah Manado dan Gorontalo
DOK. BASARNAS PALU
Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap sembilan korban kapal karam di Perairan Taliabu, Selasa (27/8/2019).

Area pencarian kesembilan korban di hari keempat ini meluas hingga wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano mengatakan, berdasarkan perhitungan SAR dengan memperhatikan arah arus air laut dan arah angin, sangat dimungkinkan korban sudah mulai bergeser ke selatan Manado dan pesisir pantai selatan Gorontalo.

Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano
Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano (DOK. BASARNAS PALU)

33 Pejabat Administrator di Pemprov Sulteng Ikut Diklat Kepemimpinan Tingkat III

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Hambat Proses Pencarian 9 Korban Karamnya KLM Garuda Jaya 03

Oleh karenanya, Basarnas sendiri sudah melibatkan tiga kesatuan SAR, yakni Basarnas Palu l, Basarnas Manado, dan Basarnas Gorontalo.

"Dimungkinkan sembilan orang tersebut mulai bergerak ke arah utara, mendekati pesisir selatan Sulut dan selatan Gorontalo," jelas Basrano, Selasa siang.

Baik Basarnas Manado maupun Gorontalo, lanjut Basrano, telah menurunkan sembilan personel rescue untuk melakukan penyisiran di wilayah pesisir Gorontalo dan Manado.

Sebelumnya diberitakan, KLM Garuda Jaya dikabarkan karam karena mengalami kebocoran di Perairan Taliabu, Sabtu (24/8/2019) siang.

Kebocoran pada lambung kapal itu diakibatkan cuaca buruk, saat berlayar dari pelabuhan di Kota Luwuk Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Tikong di Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

"Hari Kamis 22 Agustus 2019, KLM Garuda Jaya berlayar pukul 21.00 wita, pada Jumat 23 Agustus 2019 pukul 23.00 wita, mengalami kebocoran dikarenakan cuaca buruk di Perairan Taliabu," jelas Basrano, saat dihubungi, Sabtu (24/8/2019) siang.

Info kecelakaan yang menimpa kapal layar motor berpenumpang 14 orang tersebut diterima Basarnas dari warga, Muhlis, Sabtu siang sekira pukul 10.17 WITA.

Pada Sabtu (24/8/2019) sore, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 5 korban dalam keadaan selamat.

Berdasarkan laporan, KLM Garuda Jaya dengan warna abu-abu dan panjang 15 meter itu, mengalami kecelakaan pada titik kordinat 1°37'46.36"S - 124°18'55.29"T, sekitar 100 Nm dari Pelabuhan Luwuk banggai.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved