BMKG: Puncak Musim Kemarau Agustus-September

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus-September 2019.

BMKG: Puncak Musim Kemarau Agustus-September
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
KESULITAN AIR. Warga mengambil air dari galian tanah yang berada di dasar Telaga Banteng yang telah mengering di Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Gunung Kidul, DI yogyakarta, Selasa (18/7/2017). Memasuki musim kemarau warga di kawasan tersbeut mulai kesulitan mendapatkan air dan untuk membeli air saat ini warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 120 ribu per mobil tangki. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus-September 2019.

Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan, saat ini, wilayah Indonesia 97 persennya sedang mengalami musim kemarau.

"Agustus musim kemarau. Agustus-September ini puncak musim kemarau, 97 persen musim kemarau," ujar Adi dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jumat (30/8/2019).

Adi menyampaikan, berdasarkan monitoring BMKG di pos-pos hujan seluruh kecamatan Indonesia, kemarau paling ekstrem tersebar dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Di Depan Menkopolhukam Wiranto, Tokoh Senior Papua Tegaskan Bintang Kejora Bukan Bendera Negara

Hal tersebut dikarenakan di wilayah-wilayah tersebut sudah tidak ada hujan selama 2 bulan sepanjang 2019 ini.

"Data kami mulai dari Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, NTB, NTT. Di NTT ada satu wilayah yang lebih dari 100 hari tidak ada hujan, ada 1 kecamatan yang 157 hari tidak hujan. 5-4 bulan tidak ada hujan," kata dia.

Adi menyampaikan, dampak dari tidak turunnya hujan yang cukup panjang ini membuat kekeringan ekstrem berstatus awas terjadi.

Otavio Dutra Dicoret dari Timnas Indonesia, PSSI Panggil Pemain Persebaya Lainnya

Antara lain terjadi di Lampung, Jawa, Banten, Jawa Barat, Jakarta Utara, Jawa Tengah, DIY, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kemarau tahun ini juga menyebabkan hotspot atau sebaran titik api di beberapa daerah melampaui kondisi tahun 2018.

"Pada Agustus, khusus Riau, hotspot 2019 sudah melampaui kondisi 2018. Jambi juga melampaui padahal kemarau masih akan dihadapi 1-2 bulan lagi. Perlu kewaspadaan lebih untuk wilayah-wilayah yang sudah melampaui tahun 2018. Tahun ini kemaraunya memang lebih kering dari 2018," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG: Puncak Musim Kemarau Agustus-September"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved