Breaking News:

Jelang Pilkada 2020, Walhi Sulteng Ajak Warga Pilih Kandidat yang Berperspektif Lingkungan

Pemilihan kepala daerah di Sulawesi Tengah, akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2020.

Dok Pribadi
Direktur WALHI Sulteng, Abd Haris Lapabira. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemilihan kepala daerah di Sulawesi Tengah, akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2020.

Situasi ini harus menjadi momentum yang baik untuk memastikan berbagai agenda perlindungan rakyat dan lingkungan hidup dapat diwujudkan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah, Abd Haris Lapabira, pada Kamis (5/9/2019).

"Kami mendorong agar publik luas untuk memverifikasi secara baik setiap kandidat yang ingin maju menjadi kepala daerah," katanya.

Sehingga, kata dia, masyarakat Sulteng tidak salah dalam menentukan pilihan.

Direktur WALHI Sulteng, Abd Haris Lapabira.
Direktur WALHI Sulteng, Abd Haris Lapabira. (Dok Pribadi)

Muhammad Indrid, Bahagiakan Anak Penyintas Bencana Palu Lewat Cerita Dongeng

Gubernur Maluku Nyatakan Perang dengan Menteri Susi Pudjiastuti, Alasan hingga Tanggapan Mendagri

Haris mengatakan, setiap kandidat memiliki rencana dan program pembangunan yang disusun untuk menyukseskan jalannya pemerintahan.

Akan tetapi, rakyatlah yang paling menetukan dalam proses terserbut.

Haris menegaskan, setiap kandidat harus diperiksa latar belakangnya, visi-misinya, dan juga program kerja yang akan ditawarkan.

Sebab, kandidat dengan nama besar tidak menjamín memiliki visi-misi dan program yang baik untuk pembangunan.

"Untuk itu kita penting memeriksa latar belakang kandidat, hal-hal yang mudah bisa kita lakukan untuk memeriksa kandidat," tegas Abd Haris.

"Hal yang harus diperiksa dengan benar adalah tentu terkait dengan keterlibatan kandidat dengan industri yang merusak lingkungan seperti pertambangan dan perkebunan sawit skala besar," tambahnya.

Haris menilai, ada beberapa nama yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam industri ekstraktif.

Baik di sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang sering disebutkan akan maju sebagai kepala daerah di Sulawesi Tengah.

Kondisi Ini tentu akan menjadi ancaman ke depannya.

"Kami akan mempublikasi nama-nama kandidat itu nanti jika sudah ada penetapan dari KPU," tegas Haris.

Untuk itu, kata Haris, Walhi Sulteng menilai penting ada kandidat yang memiliki perspektif lingkungan yang baik.

Dan tentunya, tidak terlibat dalam aktivitas yang mengakibatkan kerusakan lingkungan di Sulawesi Tengah.

Alami Kecelakaan di MotoGP Inggris 2019, Dovizioso dan Quartararo Selamat Berkat Teknologi Ini

Presiden Joko Widodo Mengaku Belum Tahu Isi Revisi UU KPK yang Disetujui DPR

Selain itu, tegas Haris, Walhi Sulteng tentu juga akan mendorong kader dan simpatisan untuk maju sebagai calon kepala daerah di Sulawesi Tengah.

Dengan harapan publik luas dapat mengajukan kandidat yang benar-benar serius memikirkan lingkungan.

Isu tersebut menurut Haris sangatlah penting karena kondisi Sulawesi Tengah berada di daerah rawan bencana yang sangat berpotensi mengakibatkan korban jiwa.

Ia mengungkapkan, rilis BNPB dalam Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) 2013, wilayah Donggala memiliki Kelas Risiko Tinggi dengan skor 189, menyusul Kota Palu yang juga masuk Kelas Risiko Tinggi dengan skor 181.

Hal ini, tentu tidak bisa dilepaskan dengan kondisi lingkungan di Sulawesi Tengah yang semakin buruk dengan tingkat penguasan sektor industri ekstraktif semakin luas.

Menurut Haris, meski data resmi belum pernah dirilis oleh pemerintah, namun Walhi Sulteng menduga berdasarkan perhitungan spasial luas, pertambangan di Sulawesi Tengah mencapai 1.849. 347 Hektare.

Sementara itu, Dinas Perkebunan merilis luas perkebunan sawit di Sulawesi Tengah mencapai 713.217 Hektare.

Dua sektor ini, kata Haris, menguasai lahan paling luas di Sulawesi Tengah dengan berbagai motif yang merampas lahan-lahan warga.

"Begitu pula dengan perusakan kawasan hutan dan juga dengan cara-cara depresif memaksa warga untuk menerima kehadiran industri," pungkasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved