Palu Hari Ini

Oknum Guru Honorer di Kota Palu Dilaporkan ke Polisi dengan Tuduhan Ujaran Kebencian

Seorang oknum guru honorer di SMP N Model Terpadu Madani Palu, dilaporkan ke polisi, pada Sabtu (7/9/2019) sore.

Oknum Guru Honorer di Kota Palu Dilaporkan ke Polisi dengan Tuduhan Ujaran Kebencian
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Pelapor Abdul Samad memberikan keterangan pers soal oknum guru honorer di SMP N Model Terpadu Madani Palu yang diduga melakukan ujaran kebencian. Abdul Samad tiba di kompleks Polda Sulteng, Sabtu (7/9/2019) hari ini. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Seorang oknum guru honorer di SMP N Model Terpadu Madani Palu, dilaporkan ke polisi, Sabtu (7/9/2019) sore.

Oknum guru berinisial MT itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian, yang dikatakan MT pada 29 Agustus 2019 lalu.

Laporan yang disampaikan pelapor atas nama Abdul Samad itu, tercatat dalam SPKT Polda Sulteng dengan nomor STTLP/217/IX/2019/SPKT POLDA SULTENG.

"Yang kami laporkan ada beberapa item penting, yang mana kami melihat terdapat ujaran kebencian ataupun penistaan agama," jelas Abdul Samad, yang juga guru di sekolah tersebut.

Pelapor Abdul Samad memberikan keterangan pers saat ditemui di kompleks Polda Sulteng, Sabtu (7/9/2019) sore.
Pelapor Abdul Samad memberikan keterangan pers saat ditemui di kompleks Polda Sulteng, Sabtu (7/9/2019) sore. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Proses penyampaian laporan di ruang SPKT Polda Sulteng, Sabtu (7/9/2019).
Proses penyampaian laporan di ruang SPKT Polda Sulteng, Sabtu (7/9/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Abdul Samad menjelaskan ada beberapa poin penting yang dilaporkan pada polisi itu.

"Pertama, ialah melarang siswa salat tepat pada waktunya. Kedua, guru tersebut mengatakan 'biasanya isi Alquran belum tentu benar'. Ketiga, 'belum tentu juga bahasa Arab itu, yang dibilang-bilang ustad itu betul dan belum tentu yang kamu hormati itu suci'. Ini dilakukan oleh salah seorang oknum guru mata pelajaran IPA (berinisial) MT," kata Samad saat ditemui di Polda Sulteng.

Didampingi dewan guru dan Tim Pengacara Muslim (TPM), Abdul Samad menyerahkan sejumlah barang bukti sebagai bahan pertimbangan pihak kepolisian.

Barang bukti yang diserahkan berupa rekaman suara yang berisi ujaran kebencian yang disampaikan MT dan catatan salah seorang siswa.

"Beberapa siswa itu, yang waktu kejadian ada di TKP, berada di kelas sementara dalam proses belajar," kata Samad.

Diduga Larang Siswa Salat Dzuhur, Seorang Guru di Kecamatan Mantikulore Dimutasi

Warga Kelurahan Kayumalue Pajeko Diajak Tanam Mangrove di Pesisir Pantai

Dinilai Lemahkan Lembaga Anti-rasuah, Ini 5 Poin Kontroversial dalam Revisi UU KPK

KPK Merasa Tak Dilibatkan dalam Revisi UU KPK, Ini Tanggapan Anggota Komisi III DPR

Saat dipanggil ke ruang kepala sekolah, kata Samad, guru berinisial MT tersebut sudah mengakui hal tersebut benar-benar terjadi.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved